Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula: Kita Harus Bangga dengan Warisan Budaya Sendiri

1 min


580

Dejabar.id, Cirebon – Wilayah Cirebon sarat dengan peninggalan sejarah dan budayanya yang khas. Saking banyaknya, bahkan tiap daerah di Cirebon memiliki ciri khasnya masing-masing. Untuk itu, masyarakat Cirebon diharapkan harus bangga dengan warisan budaya leluhur.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula, Chaidir Susilaningrat, saat perayaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 12 Kendi Pertula di Situs Petilasan Keramat Panembahan Pasarean, Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/11/2019).

“Kita harus bangga dengan warisan budaya bangsa sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula hadir untuk menghimpun para peminat, pecinta, dan pelaku pelestarian pusaka Cirebon yang meliputi pusaka alam, budaya, dan pusaka saujana. Pembentukan Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula juga bertujuan menjaga dan melestarikan pusaka Cirebon, serta mewujudkan Cirebon, khususnya Kota Cirebon, sebagai bagian dari kawasan pusaka dunia.

Adapun nama Kendi Pertula sendiri diambil dari nama benda pusaka berbentuk kendi yang terletak di puncak atap (memolo) Gedong Jinem makam Syekh Syarif Hidayatulah atau Sunan Gunung Jati (1448-1568). Kendi Pertula dijadikan simbol dengan harapan dapat menjadi penyelaras pemikiran dan kebijakan berbagai komponen masyarakat Cirebon yang majemuk dan multikultural, dalam upaya melestarikan Pusaka Cirebon.

Dirinya pun sangat mengapreisiasi upaya Mustaqim Asteja, rekannya sesama pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula, yang kerap jungkir balik selama 12 tahun ini dalam melestarikan warisan budaya tanpa mengenal lelah. Bahkan, menulari ilmu tentang sejarahnya kepada anggota-anggota yang masih muda-muda dan usia sekolah.

“Tak perlu banyak orang, yang penting kita bisa berkiprah banyak bagi pusaka di Cirebon,” jelasnya.

Sedangkan menurut Ketua Kendi Pertula, Yana Maulana Firdaus, peringatan HUT tahun ini diadakan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatannya pun dimulai dari ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, Tasyakuran Tumpengan 12 Tahun Kendi Pertula, Macapatan Waosan Babad Kendi Pertula, Saresehan penguatan pelestarian nilai Pusaka Cirebon, nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pelal, dan jelajah situs Pangeran Pasarean Gegunung Sumber Cirebon.

Dengan hadirnya Kendi Pertula, lanjutnya, diharapkan lebih bisa berkreativitas, memiliki semangat juang, dan lebih banyak berintegritas. “Demi melestarikan warisan-warisan dan budaya leluhur,” pungkasnya.(Jfr)


Like it? Share with your friends!

580

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *