Press ESC to close

Korem 063/SGJ Peringati Hari Bersejarah Ambarawa

  • December 15, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON-Pada hari ini, 15 Desember 73 tahun yang lalu, terjadi sebuah peristiwa bersejarah, yakni pertempuran Ambarawa. Dalam pertempuran tersebut, para pahlawan telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Karena itu, setiap tanggal 15 Desember kerap diperingati sebagai Hari Juang Kartika.

Menurut Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Arm Maryudi, pertempuran Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 tersebut, telah menjadi tonggak bangkitnya perjuangan di seluruh wilayah Indonesia dalam melawan kekuatan kolonial Belanda.

Hal tersebut diungkapkannya dalam peringatan Hari Juang Kartika di Makorem 063/SGJ, sekaligus HUT ke 69 Korem 063/SGJ, Jalan Brigjen Dharsono, Kota Cirebon, Sabtu (15/12/2018).

“Kita mengingat perjuangan dan pengorbanan para senior kita, para pahlawan yang telah gugur terutama dalam pertempuran Ambarawa tanggal 15 Desember 1945,” jelasnya.

Danrem melanjutkan, para pasukan TNI yang dulu masih bernama Tentara Kemanan Rakyat (TKR) yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman, melawan pasukan Belanda dengan semangat juang, nasionalisme, patriotisme, keberanian, dan ketulusan dalam pengorbanan yang telah dipersembahkan pada NKRI.

“Ini menjadi renungan sekaligus cambuk bagi kita generasi penerus bangsa ini,” tuturnya.

Karena itu, lanjutnya, generasi penerus wajib menjadikan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat tersebut, sebagai pendorong pengabdian dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks serta dinamis.

Danrem pun berpesan agar di era sekarang, sudah semestinya peringatan Hari Juang Kartika dan hari ulang tahun Korem 063/SGJ, dijadikan momentum untuk merefleksi diri masing-masing, baik secara pribadi maupun satuan. Sehingga, bisa menatap lurus ke depan guna memantapkan langkah bersama guna mewujudkan TNI AD yang kuat, tangguh, modern, dan profesional.

“Apakah kita sudah mampu meneladani jiwa, karakter, pengabdian, pengorbanan seperti yang telah dilakukan para pendahulu kita,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *