Korupsi Rp52,6 M, 2 Pejabat Anak Perusahaan PT Pos Ditahan Kejati Jawa Barat


BANDUNG, Ddejabar.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menahan Direktur dan Manager Keuangan dan Akutansi PT. POSFIN atas kasus Tindak Pidana Korupsi di PT. Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan dari PT. Pos Indonesia, pada Selasa (14/9).

Direktur PT. POSFIN berinisial S dan Manager Keuangan dan Akutansi PT. POSFIN berinisial RDC diduga melakukan penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah PT. Pos Finansial Indonesia tahun 2018—2020, sekurang-kurangnya sebesar Rp52,6 miliar.

Modus yang dilakukan keduanya yaitu dengan pembayaran premi sertifikat jaminan pembayaran kepada PT Berdikari Insurance melalui Brooker PT Caraka Mulia. Pembayaran premi ternyata di mark-up dan dibatalkan oleh PT Berdikari Insurance sebesar Rp2,8 miliar.

Lalu, mereka melakukan pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan (proyek Kementan) yang disubkontrakkan ke PT Pos Finansial Indonesia, padahal proyek tersebut ternyata fiktif. Nilai pengadaan tersebut sebesar Rp19.3 miliar.

Selanjutnya, mereka menggunakan dana PT Pos Financial Indonesia untuk pembelian saham (akuisisi) PT Pelangi Indodata dan PT Lateria Guna Prestasi dengan menggunakan nama orang lain (nomine) atas nama Dian Agustini dan Gugy Gunawan Tribuana sebesar Rp17 miliar.

Selain itu, mereka juga menggunakan dana PT Pos Financial Indonesia untuk kepentingan pribadi S sebesar Rp4,28 miliar.

Terakhir, mereka melakukan pembiayaan/pinjaman back-to-back pada Bank Mega Syariah (BMS) yang ternyata digunakan untuk menebus sertifikat rumah pribadi S pada Bank Maybank sebesar Rp9,2 miliar.

Akibat perbuatan keduanya, diduga kerugian keuangan negara yang dialami PT Pos Finansial Indonesia atau PT Pos Indonesia  untuk sementara sebesar Rp52,6 miliar (berdasarkan Laporan SPI).

Kedua tersangka telah dilakukan Pemeriksaan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jl. Naripan, No.25, Kota Bandung, Jawa Barat.

S dan RDC selanjutnya dilakukan penahanan pada Tingkat Penyidikan selama dua puluh hari ke depan, sampai 03 Oktober 2021, yang dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor PT. POSFIN dan telah melakukan penyitaan terhadap 121 dokumen dan surat-surat terkait perkara tersebut dan 3 unit barang elektronik.