DEJABAR.ID, BOGOR-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah menyebutkan, Kota Bogor termasuk wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD). Pihaknya mencatat, ada 743 kasus DBD yang terjadi selama 2018.
Bahkan, kasus DBD di Januari 2019 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Tercatat, hingga 21 Januari 2019 telah terjadi 93 kasus DBD, sedangkan Januari 2018 hanya 41 kasus.
Rubaeah menyebut, selain perilaku warga yang kurang sehat dan lingkungan yang kotor, faktor resistensi nyamuk terhadap obat-obatan fogging menjadi penyebab tetap meningkatnya kasus DBD di Kota Bogor.
“Hal itu disebabkan banyaknya fogging yang dilakukan secara bebas dan tidak sesuai aturan. Artinya kalau fogging dilakukan secara teratur, kami akan datang untuk memantau tentang takaran dan jenis insektisida apa yang akan digunakan di wilayah tersebut,” kata Rubaeah Rabu (23/01/2019).
Dinkes Kota Bogor mencatat, kasus DBD yang paling tinggi di 2018 terjadi di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal, yakni berada di Kelurahan Mekarwangi, Kelurahan Kencana dan Kelurahan Katulampa. Bahkan, berdasarkan penelitian dari IPB di wilayah Kelurahan Kedung Badak dan Kelurahan Kayu Manis ternyata nyamuknya sudah resisten terhadap obat anti nyamuk yang ada.
“Jadi ini yang menyebabkan kenapa DBD selalu ada di wilayah Kota Bogor karena fogging bukan untuk mencegah DBD,” katanya.
Dia menyebutkan, PSN tidak bisa hanya dilakukan sekali karena perkembangan jentik menjadi nyamuk dewasa hanya 1 Minggu. Jadi PSN harus dilakukan setiap minggu secara rutin, berkesinambungan dan serentak. Tidak bisa juga dilakukan wilayah per wilayah karena nyamuk akan terbang ke wilayah lain. Pihaknya akan melakukan PSN serentak di bulan Januari, Februari dan Maret dengan dukungan dari Wali Kota Bogor agar PSN dilakukan di semua wilayah.
Dinkes Kota Bogor juga meminta Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengimbau pihak sekolah agar melakukan PSN secara serentak. Dia juga mengingatkan jika ada anggota keluarga yang mengalami panas tinggi kemudian diobati panasnya tidak segera turun maka disarankan dibawa ke sarana kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut apakah demam berdarah atau bukan.
“Semua Puskesmas di Kota Bogor sudah mempunyai alat pemeriksaan DBD secara cepat. Kami mohon dengan sangat kerjasama nya tolong kalau ada fogger-fogger liar laporkan ke Dinkes. Kami akan memantau insektisida nya jenis apa dan takaran berapa supaya tidak terjadi resistensi nyamuk terhadap virus DBD,” tuturnya.(Sol)
Leave a Reply