Press ESC to close

Manfaatkan Musim Kemarau, Petani di Majalengka Beralih Tanam Bawang

  • September 20, 2019

dejabar.id, Majalengka – Pemilik Lahan Padi di Desa Pakubereum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Enco, alihkan lahannya menjadi lahan bawang.

Menurut pria berusia 63 tahun ini, bahwa pengalihan lahan padi menjadi bawang menjadi rutinitas setiap tahunnya demi bercocok tanam yang menguntungkan.

“Saya hanya di bulan 7 sampai bulan 9 saja, menanam bawang hingga panen, selebihnya lahan itu, ya menanam padi kebali,” ungkanya, Jumat (20/9/2019).

Pria paruh baya yang tinggal di Blok Cambay, Desa Pakubereum itu menjelaskan, alasan dirinya mengalihkan lahan tersebut di musim kemarau ini bercocok tanam bawang merupakan hal yang tepat mengingat bawang hanya cocok ketika musim kemarau.

“Cuma setahun sekali bawang itu, di banding padi ya jelas untung bawang. Untungnya bisa sampai ratusan juta bergantung harga pasarannya sedang di angka berapa. Jadi sepanjang tahun, saya bisa panen padi 2x, bawang 1x,” ujarnya.

Lanjut pria yang memiliki lahan setengah hektar itu mengatakan, setiap panen bawang yang terjadi di bulan September tersebut, dirinya acap kali mendapatkan untung melebihi bercocok tanam padi.

Alasannya, disampaikan dia, harga per kilo padi atau gabah dan bawang sangat berbeda jauh.

“Padi perkilonya sekarang di angka Rp 5 ribu, sedangkan bawang anjlok-anjloknya di angka Rp 6 ribu,” imbuhnya.

Namun, Enco mengeluhkan, harga bawang saat ini sedang mengalami penurunan atau anjlok. Saat ini harga bawang per kilo di pasaran berada di angka Rp 6 ribuan.

“Sekarang lagi di sekitar Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, dibanding tahun lalu ada di angka Rp 14 ribu,” ujarnya.

Namun, Enco tidak mengetahui faktor apa harga bawang saat ini sedang mengalami anjlok atau turun tersebut. (jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *