DEJABAR.ID-Tanda-tanda kemajuan dalam dunia transportasi, terutama di bidang ‘perkeretaapian’ mulai terlihat. PT KAI, bersama dengan jajajaran di berbagai daerah terus berbenah. Di Jawa Barat, beberapa rute diresmikan dan dirangkai dengan beberapa terobosan pelayanan.
Misalnya, guna memberikan kemudahan kepada penumpang yang akan menggunakan kereta api, mulai 17 Januari 2019 pukul 15.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan aturan baru terkait check-in. Bagi penumpang yang telah mendapatkan bukti pembelian tiket kereta api (blanko tiket putih, email notifikasi, struk, dan e-ticket) kini sudah dapat melakukan check-in (mencetak Boarding Pass) pada mesin check-in counter di semua stasiun online yang melayani KA Jarak Jauh.
Sebuah terobosan yang cemerlang dari PT KAI, mengingat pada saat ini, merupakan era digital yang menuntut setiap kemudahan dan kecepatan dalam menjalankannya.
Seiring dengan perkembangan pelayanan tersebut, PT KAI juga tidak lupa dengan hal-hal yang pokok. Seperti, melayani setiap penumpang dengan langsung atau manual sebaik-baiknya. Sehingga masyarakat tetap menggunakan jasa KAI.
Sebab pelayanan yang baik bisa membawa perubahan yang signifikan bagi peningkatan penumpang PT KAI. Seperti yang terjadi di Cirebon, selama masa Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru 2018/2019) yang dimulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 lalu, PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat bahwa kenaikannya mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan tahun lalu.
Namun memang tidak mudah menjalankan pelayanan yang prima itu. Kendala-kendala pun harus dihadapi oleh PT KAI salah satunya adalah terkait percaloan dalam dunia ‘perkeretaapian’ yang menginginkan pungli. Seperti yang terjadi pada pungutan liar (pungli) yang terjadi di Stasiun Kereta Api Banjar yang dikeluhkan oleh pihak manajemen Sun In Pangandaran (SIP) Hotel.
Pasalnya, ketika melakukan penjemputan, tamu hotelnya yang menggunakan jasa transportasi kereta api sampai stasiun Banjar, pihak hotel terkendala dengan Oknum tukang ojeg dan tukang becak yang ada di Stasiun Banjar dan tidak memperbolehkan penjemputan tamu hotel. Alasan para pelaku pungli, tamu yang hendak berlibur ke pantai Pangandaran yang turun di stasiun Banjar adalah jatah penumpang mereka.
Namun hal ini langsung dijawab oleh PT KAI Daop 2 Bandung yang menjamin tidak ada pungli yang diduga dilakukan oleh oknum jasa transportasi tertentu kepada pihak penjemputan hotel atau biro wisata saat beraktivitas di area Stasiun Banjar.
Kabar baiknya lagi, Presiden Jokowi yang kemarin singgah di Garut melihat beberapa ruas rel kereta api yang harus dihidupkan kembali, guna memudahkan akses pariwisata di Garut. Sebab menurutnya, komedian legendaris Charlie Chaplin pun pernah naik kereta ke Garut untuk berlibur sebab Garut adalah salah satu daerah indah di Jawa Barat.
Semoga saja, tanda-tanda kemajuan di dunia ‘perkeretapian’ Indonesia ini bisa terwujud dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.(red)
Masa Depan Cerah Kereta Api Indonesia?
Previous Post
Leave a Reply