DEJABAR.ID – Di penghujung tahun 2018 kemarin, Monita Tahalea merilis single barunya yang berjudul “Sesaat yang Abadi.” Penyanyi yang mengawali kariernya di ajang pencarian bakat ini memiliki konsep bermusik yang unik dan futuristik. Lagu baru ciptaanya tersebut adalah sebuah kontemplasi tentang waktu. Sebuah moment yang harus secara total disadari di moment saat itu.
Seperti dilansir Tabloidbintang.com, Monita juga mengaku bahwa dirinya merasa bersyukur sudah bisa menciltakan karya barunya meskpin ia tidak bercita-cita untuk menjadi penyanyi.
“Saya bersyukur selama 13 tahun ini diberikan anugerah untuk menciptakan dan menyanyikan lagu. Sebenarnya menjadi penyanyi bukan impian saya. Saya ini maunya menjadi psikolog, tapi malah berbelok menjadi penyanyi,” ungkapnya.
Dengan menyajikan musik dengan genre Folktronik sebagai identitas karyanya menjadikan lagu ini sebagai penutup yang manis pada tahun 2018 lalu dan pembuka pintu gerbang album ketiganya.
Untuk membuat pembendaharaan musiknya jadi lebih ‘berisi’, baik secara esensi atau pun estetika karyanya, Monita Tahalea bekerja sama dengan Indra Perkasa, seorang komposer dengan julukan Mr. Robot, yang juga merupakan salah satu mitra dalam bermusiknya, dimana Monita dan Indra akan mengeksplorasi bunyi dan suara dengan tema scientific-romantic.
Eskplorasi musikal yang dilakukan Monita dengan mitra bermusiknya tersebut menjadikan ini catatan menarik pada awal tahun 2019 ini, dan seakan memberikan nafas segar bagi belantika musik tanah air. Sebuah terobosan yang kiranya menjadi penting, mengingat ketatnya persaingan dalam dunia musik tanah air.
Lebih jauh tentang lagunya, solois yang merupakan alumni ajang pencarian bakat ini menuturkan jika di dalam lagu “Sesaat Yang Abadi”, Monita berbicara tentang waktu dari sisi romantismenya. Tentang sebuah ruang atau pribadi yang tak lepas dari ingatan.
Leave a Reply