Press ESC to close

Mengenal Sandi Sansan, Pangeran Seni dari Nagreg

  • December 11, 2018

DEJABAR.ID-Sandi Setiadi Permana atau kerap disapa Pangeran Sansan, adalah lelaki kelahiran Bandung 25 April dan besar di Nagreg ini adalah lelaki yang sangat gandrung dengan kesenian. Hal itu, bisa dilihat dari gaya berpakaiannya yang khas, sekilas sepeti John Lennon dengan kacamata bulat Lennon dan rambut panjang lurus serta dari pakaiannya yang Rock ‘n Roll.
Bukan hanya dari pakaian saja, rupanya Pangeran Sansan adalah sosok yang memang menguasai berbagai penciptaan karya seni. Salah satunya adalah di bidang seni rupa.
“Sejak kecil suka gambar, saking sukanya gambar karena sering mojok saya sampai disebut autis dan orangtua sempet marah karena saya dianggap kurang rajin belajarnya,” ujar lelaki yang lulusan ISBI Bandung ini kepada Dejabar.id, kemarin.
Selain itu, dalam menempuh kekaryaannya di bidang seni, Pangeran Sansan sering mendapat pertanyaan dari orangtua terkait apa yang dihasilkannya dari dunia seni yang digelutinya.
“Orangtua sering nanya gimana penghasilannya dan bagaimana ke depannya. Sebab, orangtua lebih memilih saya misal jadi PNS dan itu saya maklumi. Tapi untuk soal penghasilan ini privasi, saya pokoknya tetap ingin berkesenian dan tidak terbawa arus hidup yang sekarang yang kita sebetulnya tidak tahu arahnya kemana,” ujar lelaki berhidung mancung ini.
Usai berkuliah, Pangeran Sansan kini tengah berkhidmat di Sinopsis Creative Space, sebuah perkumpulan anak muda kreatif di Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung. Ketika ditanya karya apa yang selama ini dihasilkannya, secara mengejutkan Pangeran Sansan mengatakan ingin membuat sebuah instalasi dari mayat yang tak terpakai.
“Pengennya mah mayat cewek biar tujuannya menceritakan jasa seorang ibu memang tidak bisa digantikan. Lalu jika seseorang yang kita cintai telah tiada, apakah kita hanya cukup berduka saja atau seperti apa itu yang ingin saya sampaikan,” ujarnya kalem.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *