Mengintip Keunikan Lukisan 'Wajah Lebam' Ratna Sarumpaet di Gedung Negara Kota Cirebon


DEJABAR.ID, CIREBON – Pameran Integrated Art Ikatan Alumni Seni Rupa ITB dalam rangka Muhibah Budaya ke Cirebon di Gedung Negara Kota Cirebon masih berlangsung hingga tanggal 30 Maret 2019 nanti. Di situ dipamerkan banyak lukisan hasil karya seniman alumni ITB maupun seniman lokal Cirebon. Dari ratusan lukisan, terdapat salah satu lukisan yang cukup unik dan mengundang rasa penasaran bagi para pengunjung, yakni lukisan dengan judul Menggugat Integritas.
Lukisan karya Setiyono Hadi, salah satu alumni ITB tersebut, cukup familiar bagi hampir semua orang. Pasalnya, di situ terdapat potret sesosok wajah seorang wanita, dengan wajah yang tampak lebam. Ya, siapa lagi kalau ikan lukisan Ratna Sarumpaet, tokoh yang sempat fenomenal karena kabar beritanya yang berkembang baru-baru ini.
Lukisan yang dipajang di depan lorong tersebut memiliki tinggi sekitar 100 cm dan lebar 50 cm. Uniknya, meskipun berbahan dasar kanvas, lukisan tersebut tidak dibutakan dengan menggunakan cat minyak ataupun akrilik, melainkan dari goresan-goresan pulpen. Jika dilihat dari jauh, lukisan tersebut hanya terlihat seperti sketsa wajah Ratna Sarumpaet berwajah lebam. Namun jika didekati, maka akan terlihat goresan pulpen yang tampak seperti coretan-coretan tak beraturan, namun membentuk sebuah sketsa wajah.
Dengan detail, senimannya mengguratkan pulpen berbagai warna membentuk wajah lebam yang sempat diduga dianiaya, mulai dari bentuk wajah, mata, hidung, rambut, hingga pakaiannya. Meskipun tidak begitu banyak warna yang dipakai, namun pengunjung bisa mengenal siapa sosok di dalam lukisan tersebut.
Menurut Daniel Adenis selaku salah satu seniman Cirebon, senimannya yang membuat lukisan potret wajah Ratna Sarumpaet berwajah lebam, adalah untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa potret tersebut sangat familiar. Senimannya ingin menggunakan media yang tidak biasa, yakni pulpen, namun bisa dipahami oleh banyak orang jika karyanya dipamerkan.
“Tujuannya hanya untuk sensasi bentuk, bahwa objek itu orang yang dikenal,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di Gedung Negara, Rabu (27/3/2019).
Daniel menjelaskan, teknik yang digunakan oleh seniman tersebut adalah teknik alternatif lain yang lebih cenderung ke seni kontemporer masa kini. Ibaratnya, sebuah media sudah dianggap kelas tinggi atau high art. Sehingga, senimannya mencoba memberikan sensasi bahwa di kanvas tidak harus menggunakan cat minyak atau akrilik, tapi bisa juga dengan pulpen.
“Kalau dulu gambar itu low art, tapi era sekarang semua material rendahan bisa menjadi high art atau kelas tinggi, seperti pulpen,” tuturnya.
Sayangnya, Daniel tidak mengetahui kapan dan berapa lama lukisan tersebut dibuat, karena senimannya sedang berada di Bandung. Tapi yang pasti, Daniel menyimpulkan kalau senimannya lebih sering menggunakan teknik drawing pulpen atau pensil, dengan goresan bebas tapi memberikan bentuk yang tepat.
“Sehingga orang bisa menebak siapa objek yang ada di lukisan tersebut,” pungkasnya.(Jfr)