Press ESC to close

Menikmati Wisata Sejarah di Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Kuningan

  • February 9, 2019

DEJABAR.ID, KUNINGAN – Setelah diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Sjarif Thajeb pada tanggal 23 Februari 1978, Museum Situs Taman Purbakala Cipari yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, mulai dibuka untuk umum dan didatangi oleh para pengunjung. Kebanyakan mereka datang untuk mempelajari sejarah dan budaya pada masa purbakala di Kuningan.
Di sini terdapat benda-benda peninggalan zaman purbakala seperti Peti Kubur Batu, Menhir, Meja Altar, Dolmen, Altar Batu Punden Berundak, Batu Temu Gelang, dan Batu Dakon. Semua benda tersebut berada dalam area yang dikelilingi pagar batu yang disusun. Selain itu, ada juga benda-benda lainnya yang disimpan di dalam bangunan museum.
Menurut salah satu pelaksana Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Rokiman, biasanya yang datang mulai dari rombongan TK hingga mahasiswa. Bahkan, ada juga yang umum. Meskipun begitu, dalam seminggu pengunjung datang tidak menentu, bisa ramai bisa juga tidak.
“Ramai biasanya ujian tengah semester. Mereka terutama para siswa datang ke sini untuk melihat langsung situs purbakala,” jelas Rokiman saat ditemui dejabar.id di Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (9/2/2019).
Rokiman menambahkan, bahkan ada juga yang datang dari luar negeri seperti Kanada, Belanda, Inggris, Jerman, dan lain-lain. Mereka biasanya turis yang ingin mengetahui sejarah di Kuningan dan Indonesia, tepatnya pada zaman purbakala. Karena itu, khusus untuk mereka akan disediakan guide yang mengerti Bahasa Inggris.
“Selain saya, ada 6 orang petugas di sini. Kami tetap menyediakan guide untuk wisatawan lokal, supaya mereka paham dengan benda-benda ini,” jelasnya.
Museum Situs Taman Purbakala Cipari ini kini dalam pengelolaan Kemendikbud RI. Selain untuk objek wisata, situs ini juga berfungsi sebagai cermin sejarah manusia dan kebudayaannya, media pendidikan masyarakat, tempat pengenalan ilmu kebudayaan antar daerah dan bangsa, suaka alam dan cagar budaya, tempat penyaluran ilmu untuk umum, serta tempat dokumentasi dan penelitian ilmiah.
“Situs ini buka dari jam 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, dan tiket masuk Rp 2000 saja,” pungkasnya.(Jfr)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *