DEJABAR.ID, CIREBON – Museum Situs Taman Purbakala Cipari merupakan salah satu situs purbakala yang banyak menyimpan benda-benda bersejarah. Benda-benda tersebut tidak terlepas dari kebudayaan dan tradisi yang ada pada masa purbakala, tepatnya pada tahun 1500 hingga 1000 SM.
Menurut salah satu pelaksana Museum Situs Taman Purbakala Cipari, Rokiman, manusia purba zaman dulu memiliki kepercayaan akan adanya hubungan erat antara yang masih hidup dan yang telah mati, kesejahteraan manusia, ternak dan pertanian. Selain itu, ada juga keyakinan bahwa semua kebaikan atau tuah seseorang, kerabat yang telah mati dapat dipusatkan pada monumen-monumen yang diisikan guna menjadi medium penghormatan, menjadi tahta kedatangan sekaligus menjadi lambang si mati.
“Jasa amal atau kebaikan dapat diperoleh dengan mengadakan pesta-pesta atau pun upacara-upacara tertentu, yang mencapai puncaknya dengan mendirikan monumen-monumen batu atau kayu bagi yang telah mati. Kebaikan tidak hanya akan memberi prestasi dalam kehidupan tetapi juga menjamin nasib yang lebih baik lagi hidup sesudah mati nanti,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Sabtu (9/2/2019).
Rokiman melanjutkan, batu-batu tersebut menjadi pelindung tingkah baik seseorang dan pemusatannya kepada suatu momen akan menambah kekayaan, mempertinggi kesejahteraan, derajat dan hasil cocok tanamannya.
Jadi, konsep masa depan mereka adalah kekhususan yang telah didapat atau belum didapatkan di dunia, hanya akan dapat dicapai di akherat dengan melihat perbuatan dan amal apa yang pernah dicapai atau dilakukan selama hidupnya didunia fana dan disamping itu pula bagaimana kalau mereka mati diberangkatkan.
“Dengan ditemukannya benda-benda ini, menunjukkan bahwa di sini sudah ada peradaban manusia pada masa lalu, jauh sebelum manusia mengenal tulisan,” jelasnya.
Kini, lanjutnya, benda-benda cagar budaya yang ada di situs Cipari merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting bagi pemahaman dan pengembangan sejarah ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sehingga perlu dilestarikan dan dilindungi demi pemupukkan jati diri bangsa dan kepentingan nasional.
“Benda cagar budaya merupakan tonggak perjalanan hidup manusia sebagai suatu bangsa dan negara,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply