Press ESC to close

Miris! Tiga Ruang Kelas SDN Karya Mukti Rusak Parah dan Luput dari Perhatian Disdikbud Subang

  • January 10, 2019

DEJABAR.ID, SUBANG-Potret pendidikan di pelosok Subang Utara ternyata sangat memperihatinkan. Salah satunya kondisi bangunan sekolah banyak yang rusak dan kurang perhatian Pemerintah
Salah satu bangunan yang kondisinya memperihatinkan dan rusak parah di antaranya SDN Mitra Karya di Dusun Kali Mukti RT13/RW04 Desa Bobos, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.
Saat ini, sekolah dasar negeri tersebut sangat membutuhkan perbaikan atau rehab. Sebab tiga ruangan untuk Kelas 1,2 dan 3 kondisinya sangat memprihatinkan. Kondisi bangunan SDN Mitra Karya dari luar terlihat tampak atap bangunan yang gentingnya telah hilang serta tembok yang terlihat tidak tegak lurus alias miring. Belum lagi cat serta tembok yang kondisinya dipenuhi sawang.
Salah satu Guru SDN Mitra Karya M. Toha S,Ag menuturkan bahwa 3 ruang kelas 1,2,3 yang tak tersentuh perbaikan sudah kurang lebih 5 tahun berjalan.
“Hingga saat ini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang belum ada upaya untuk melakukan upaya rehab, padahal kondisi sudah sangat memperihatinkan dan membahayakan bagi siswa apalagi dimusim hujan dan angin kencang saat ini kita khawatir roboh” ungkapnya.
Namun menurut Toha, sekalipun dalam kondisi bangunan rusak, namun tiga ruangan tersebut tetap kita gunakan untuk KBM kelas 1,2,3
Sekalipun langit-langit bolong serta beberapa tidak ada kaca jendela kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dilakukan diruangan tersebut.Karena tak ada ruang kelas lain” ucap Toha.Kamis pagi(10/1/2019).
Toha menyebutkan meski kurang nyaman dengan kondisi kelas yang rusak
“belajarnya disitu, kalau hujan bocor, kadang airnya juga masuk ke kelas, lihat aja pintunya juga ga ada, jendela ga ada,” ungkap Toha.
Setahu Toha, pihak sekolah sendri telah beberapa kali mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait melalui UPTD Pendidikan yang sekarang menjadi Korwil. Namun bantuan tersebut tak kunjung tiba.
“Pengajuan sudah beberapa kali tapi malah yang dapat bantuan SD lain,” jelas Toha.
Ia mengungkapkan dengan kondisi tersebut, beberapa kali sempat terdengan isu merger sekolah.
Selain dengan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, SDN Mitra Karya juga saat ini hanya memiliki total 51 murid serta kekurangan guru.
“Isunya waktu itu mau di merger, karena murid kita sedikit, 51 itu satu SD, karena sedikit bantuan BOS juga berpengaruh,” jelasnya.
Selain ruang kelas baru, pihak SDN Mitra Karya juga mengharapkan adanya pembangunan pagar sekolah. Sebab selama ini karena tidak ada pagar sekolah, halaman SD kadang dipakai tempat parkir mobil atau penyimpanan bahan material masyarakat.
“Kadang juga warga kemana-mana lewat sekolah, itu juga genting engga ada itu sempat ke tabrak sama mobil,” bebernya.
Toha juga menyebut saat ini pihak sekolah kembali coba mengajukan proposal bantuan lewat Pemerintahan Desa Bobos. Ia berharap Pemerintah dan Dinas terkait bisa secepatnya merespon, melihat dan melakukan tindakan untuk segera merehab ketiga ruang kelas tersebut.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *