Momentum Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Jabar Dorong Milenial Jadi Entrepreneur


BANDUNG,- Memeringati Hari Sumpah Pemuda, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat mengadakan webinar bertajuk Kreasi Pemuda di Era Digital, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jabar, Kamis (28/10).

Acara ini dalam rangka mendorong generasi muda untuk makin memajukan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Tanah Air.

Terlebih, pandemi Covid-19 berdampak tak hanya di sektor kesehatan, namun juga ekonomi.

“Kita ingin mendorong pemuda Indonesia di Jawa Barat khususnya, untuk meningkatkan UMKM. Dan para pemuda ini bisa menjadi entrepreneur baru yang selaras dengan era 4.0,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono.

Maka itu, salah seorang narasumber yang juga keynote speaker ialah Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki.

Selain itu, dihadirkan pula pelaku usaha kuliner guna memberikan tips-tips berwirausaha kepada para pemuda.

Menurut Ono, narasumber yang dihadirkan memiliki pengalaman yang sangat luar biasa hingga menjadi seperti sekarang ini.

“Semoga apa yang disampaikan para narasumber bisa menginspirasi para pemuda di Jawa Barat dan juga Indonesia, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan membantu bangsa dan negara keluar dari pandemi,” cetus Ono.

Ono tak menyangkal kaum milenial atau generasi muda menjadi sasaran pihaknya pada Pemilihan Umum 2024.

Maka itu, program-program
yang diselenggarakan pihaknya hampir sebagian besar bersentuhan dengan anak muda, seperti kompetisi sepeda.

“PDI Perjuangan juga lahir dari perjuangan kaum muda. Selain itu, pergerakan perjuangan di era Orde Baru sampai dengan reformasi tidak terlepas dari peran kaum muda. PDI Perjuangan bukan sebagai partai kolonial tapi juga sebagai partai milenial, dimana kaum muda ini menjadi sasaran,” papar Ono.

Saat disinggung masih banyak generasi muda yang antipati dengan politik karena berbagai hal, Ono tidak menyangkal mengenai fenomena tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendekatan berbeda kepada kaum muda, yaitu dengan cara mengadakan program yang menyentuh generasi muda.

“Kita tidak langsung masuk ke tataran politik praktis, tapi mendekati ke dunia yang mereka gemari saat ini, seperti sepakbola. Kami, PDI Perjuangan, menyesuaikan dengan kepentingan mereka. Saya yakin mereka juga punya harapan yang besar, baik kepada diri mereka sendiri, keluarga maupun bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)