November, Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road III A Dimulai 


DEJABAR.ID, BOGOR-PT Marga Sarana Jabar (MSJ) akan melanjutkan pembangunan jalan layang Tol BORR Seksi IIIA yang menghubungkan Simpang Yasmin-Simpang Semplak, pada medio November mendatang. Jalan layang tol sepanjang 2,8 kilometer itu rencananya akan mulai ground breaking pada 15 November dengan kucuran anggaran yang disiapkan khusus untuk konstruksi hingga mencapai Rp 1,3 triliun.
“Kami sudah mulai siap bangun sekitar 15 November nanti untuk ground breaking. Penetapan lokasi sudah selesai dari gubernur. Begitu juga dengan amdal lalin dan amdal lingkungan sudah selesai,” papar Direktur Utama (Dirut) PT MSJ Hendro Atmodjo.
Untuk saat ini, terangnya, sudah memasuki tahap inventarisasi tanah dan lelang kontraktor serta konsultan pengawas.
“Nanti di sepanjang 2,8 kilometer itu pembangunan di tengah tidak perlu dilakukan pembebasan (lahan), karena ini seperti yang lama (jalan layang Tol BORR Seksi IIB), pondasinya di tengah,” ungkapnya.
Meski sebenarnya, disebutkan Hendro, tanggung jawab untuk pembebasan lahan tersebut ada di pemerintah. Namun lantaran mereka meminta bantuan kepada PT MSJ untuk mengeluarkan dana talangan sekitar Rp 1,5 triliun.
“Tapi nanti (dana talangan) itu akan dikembalikan oleh pemerintah tahun depan (2019) secara cicil,” tuturnya.
Sementara itu, Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menyadari jika kelanjutan pembangunan jalan layang Tol BORR Seksi IIIA merupakan program strategis nasional dan menjadi salah satu program prioritas Pemkot Bogor dalam bidang transportasi.
“Seperti yang sekarang bisa kita rasakan, dimana 80 persen (kondisi lalu lintas) Jalan Baru (Jalan KH Sholeh Iskandar) ini terbantu dengan adanya jalan layang tol BORR. Karena ini mempercepat akses ekonomi dan mobilitas warga,” papar Sekda.
Seperti diketahui, PT MSJ selaku operator jalan layang Tol BORR akan kembali melanjutkan mega proyeknya pada medio November mendatang dengan kucuran anggaran untuk konstruksinya saja hingga menghabiskan sebesar Rp 1,3 triliun. Direncanakan pula proyek tersebut akan dikerjakan selama 12 bulan mulai awal tahun 2019 mendatang. (AWK)