DEJABAR.ID, CIREBON – Menjelang datangnya Lebaran 2019 ini, masyarakat mulai sibuk untuk menukarkan uang pecahan besar menjadi pecahan kecil, yang nantinya akan dibagi-bagikan kepada sanak famili di rumah maupun kampung halaman. Kegiatan ini seolah sudah menjadi tradisi yang terjadi di Indonesia, ketika Lebaran akan tiba.
Seperti yang terlihat di halaman masjid At-Taqwa Kota Cirebon. Ratusan masyarakat berbondong-bondong datang untuk menukarkan pecahan uang, yang digunakan untuk Lebaran nanti. Layanan penukaran uang tersebut digelar olah Bank Indonesia yang bekerja sama dengan bank-bank lain, seperti Bank BCA, BNI, BNI Syariah, Bank BJB, BRI, BRI Syariah, dan Mandiri.
Berdasarkan pantauan dejabar.id, layanan penukaran uang tersebut dilakuan di mobil-mobil khusus perbankan tersebut yang diparkir di halaman parkir Masjid At-Taqwa, sebanyak 8 mobil. Untuk bisa menukarkan uangnya, masyarakat harus mengisi formulir terlebih dahulu berupa nama, nomor hp, dan jumlah nominal uang yang akan ditukarkan. Kemudian, mereka diharuskan menunggu nomor antrian dipanggil, sesuai yang tertera di formulir tersebut.
Menurut salah satu warga yang menukarkan uang, Sodiq, dirinya sengaja datang ke tempat tersebut karena memang ingin menukarkan uang untuk Lebaran nanti, yang akan dibagikan kepada sanak famili. Dirinya mengakui, nominal uang yang ditukarkan masih kecil, karena masih belum mendapatkan jatah THR dari perusahaannya tempat berkerja. Karena itu, dia menggunakan uang seadanya dulu, supaya merasa tenang dan aman karena sudah menukarkan uang pecahan.
“Kalau pas di waktu menjelang lebaran nanti, takutnya tidak kebagian,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di halaman parkir Masjid At-Taqwa, Jalan Kartini Kota Cirebon, Selasa (14/5/2019).
Sodiq sendiri mengetahui informasi adanya penukaran uang ini karena sudah sering bolak balik lewat Jalan Kartini. Sehingga, dirinya paham jika ada layanan penukaran uang ini, dan langsung menukarkan uangnya.
“Soalnya kalau di bank masih belum tersedia uangnya. Jadi ke sini saja,” tuturnya.
Hal yang sama pun dituturkan oleh Husen, warga yang juga menukarkan uang di situ. Tidak tanggung-tanggung, dia menukarkan pecahan uang dengan jumlah banyak, yakni Rp1,8 juta, yang dibagi menjadi beberapa pecahan uang kecil seperti Rp1000, Rp2000, Rp5000, dan Rp10000.
Dia beralasan agar sekalian menukarkannya dalam jumlah banyak. Apalagi, dia memiliki ponakan yang banyak di kampung halamannya. Jadi, memang butuh banyak pecahan uang kecil uang bisa dibagikan saat Lebaran nanti.
“Biar sekalian saja buat lebaran nanti, karena sudah tiap tahun menukarkan uang buat ponakan,” jelasnya.
Selain layanan penukaran uang, di situ juga terdapat sosialiasi tentang ciri-ciri dan cara mengenali uang yang asli. Serta, tentang pecahan uang yang tidak atau sobek, yang masih bisa ditukarkan di Bank Indonesia. Asalkan nomor seri uangnya masih ada, dan ukuran uang masih setidaknya dua per tiga dari ukuran aslinya.
Layanan penukaran uang yang diadakan Bank Indonesia ini akan digelar selama 2 hari di halaman parkir Masjid At-Taqwa, yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Hari ini adalah hari kedua sekaligus hari terakhir. Meskipun begitu, Bank Indonesia masih akan mengadakan layanan penukaran uang di tempat-tempat lainnya, hingga Lebaran nanti.(Jfr)
Leave a Reply