Perkuat Jaringan Pelajar, Presiden Persaudaraan Indonesia Maroko Undang Mahasantri WHQ Yogyakarta


Dejabar.id, Parung – Presiden Persaudaraan Indonesia Maroko, Teguh Santosa, MA., mengundang pelajar Indonesia yang berprestasi di bidang pencak silat dan tahfidz Qur’an, pada Kamis siang, 8 April.

Pertemuan dilakukan di kantor Persaudaraan Indonesia Maroko, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Hadir pelajar berprestasi memenuhi undangan tersebut adalah dua mahasantri penghafal Qur’an dari Kampus WHQ Yogyakarta, Istiqlal Attar dan Izrail Arsy Sulthan.

Dalam pertemuan yang berlangsung 60 menit itu, Teguh banyak mendukung prestasi Attar dan Sulthan yang pada Jumat, 9-11 April akan memenuhi undangan Kejurnas Pencak Silat Kartini Cup 2 memperebutkan Piala Ibu Negara Iriana Joko Widodo, di Hotel Horison, Green Forest Bogor.

“Prestasinya cukup bagus. Atlet beladiri, atlet renang, hafidz Qur’an, itu prestasi yang bagus dan membanggakan Indonesia. Banyak negara yang memberikan beasiswa prestasi bagi pelajar Indonesia yang berprestasi. Insyaa Allah kita akan dukung dan bantu,” jelas Teguh, yang juga CEO Kantor Berita Politik RMOL.id.

Attar, 15 tahun dan Sulthan, 14 tahun tercatat sebagai mahasantri penghafal Qur’an termuda di Kampus WHQ, Yogyakarta. Keduanya adalah pelajar berprestasi di bidang olahraga pencak silat dan renang. Keduanya sering mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat pelajar tingkat daerah maupun nasional.

“Saya bahagia dengan pertemuan ini. Saya berterima kasih pada guru saya, Ustadz Mustaqim hafidzahullah, Syekh Muhammad Darqawi Al Jazairiy hafidzahullah, dan Bapak Teguh Santosa, terlebih kedua orangtua saya. Berbicara dengan Pak Teguh, wawasan saya bertambah luas. Saya jadi bisa mengetahui sejarah negara lain,” jelas Attar, yang berharap bisa mendapat beasiswa kuliah di Universitas Islam Madinah dan STDI Imam Syafi’i Jember melalui prestasi pencak silat.

Senada dengan kakak kandungnya, Izrail Sulthan mengaku sejak kecil menyukai pencak silat. “Saya dedikasikan kejuaraan ini untuk almamater tercinta, Wisma Hamalatul Qur’an dan kedua orangtua. Saya senang menjadi penghafal Qur’an tapi juga bisa jadi atlet pencak silat. Mudah-mudahan saya bisa diundang ikut kejuaraan pencak silat internasional antar negara. Saya mau bilang, santri penghafal Qur’an juga bisa jadi atlet pencak silat dunia,” jelas peraih medali emas pada Kejurda Jabar Walet Puti Cup 2021 yang berkeinginan menjadi dokter hafidz Qur’an.

Dalam pertemuan, Teguh banyak memberi wawasan tentang negara-negara Timur Tengah dan Asia secara geo politik. Penulis buku ‘Di Tepi Amudarya’ ini juga berkesempatan menandatangani dan membagikan buku karyanya sekaligus memaparkan tentang perjalanan menjalin hubungan komunikasi antar negara dan antar pelajar-pelajar dunia.

“Setiap tahun, Negara Maroko memberikan beasiswa untuk pelajar-pelajar Indonesia yang berprestasi untuk bisa sekolah di sana. Kuncinya, adab akhlak yang baik dan berprestasi,” jelas pria yang beberapa kali menjadi pembicara perwakilan Indonesia untuk PBB dan sedang menyelesaikan gelar doktornya.(**/DC)