Pidato Saat HUT PDIP Ke-48, Megawati dan Jokowi Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Sriwijaya Air


JAKARTA, Dejabar.id – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo kompak menyampaikan belasungkawa terhadap para korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu 9 Januari 2021 kemarin.

Ucapan itu menjadi pembuka pidato politik Megawati maupun Jokowi dalam acara pembukaan perayaan HUT PDI Perjuangan ke-48 yang dilaksanakan secara virtual, Minggu (10/1).

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ikut hadir di acara itu bersama sejumlah menteri kabinetnya. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto beserta jajaran DPP PDI Perjuangan dan hampir 100 ribu peserta acara turut mendengar ungkapan Megawati.

“Saya sampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu kemarin,” kata Megawati.

“Mari kita panjatkan doa bagi seluruh korban, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambah Presiden RI Kelima itu.

Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan senada sebagai awal pembuka pidatonya. “Saya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban,” kata Jokowi.

Dilanjutkan presiden, sejak kemarin kerja pencarian dilakukan. Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia berdoa agar proses pencarian korban dan pesawat bisa dilaksanakan dengan baik.

Untuk diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu, pukul 14.40 WIB. Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Puan berharap proses pencarian pesawat dan penumpangnya berjalan lancar. Dia mendoakan keluarga korban diberi ketabahan. “Semoga keluarga para korban diberi ketabahan,” ujar Puan.

Puan meminta pihak berwenang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendukung proses pencarian para korban. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Saya meminta komponen-komponen SAR menerjunkan semua kekuatannya untuk proses pencarian korban. Kami juga mohon jangan berspekulasi tentang penyebab sampai ada hasil penyelidikan KNKT,” kata Puan. (Red)