
BANDUNG,– Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang semasa orde baru wajib ditonton ini, setiap September menjadi topik perbincangan.
Meski kini film tersebut tak lagi wajib tonton, namun masih ada organisasi masyarakat yang mengagendakan menonton bersama (nobar) film besutan sutradara Arifin C Noor itu.
“Mau nonton film (Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI,-red) itu pilihan. Negara tak harus mewajibkan. Mau nonton bareng juga silakan, tapi jangan diorganisir,” kata politisi PDI Perjuangan Rafael Situmorang, Rabu (30/9).
Rafael mengingatkan agar film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI tidak dijadikan rujukan utama lantaran film tersebut bukan fakta sejarah.
Menurutnya, dalam film tersebut ada beberapa rangkaian cerita, bahkan mungkin saja fakta yang ada di film itu rekaan seperti halnya karya seni lainnya.
“Sehingga konstruksi yang ada di film masih belum valid akuntabilitasnya. Apalagi film tersebut dibuat dalam beberapa versi,” ujarnya.
Rafael juga mengimbau masyarakat untuk tidak meributkan hal-hal yang tidak perlu seperti soal nonton atau tidak film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI.
Menurutnya, saat ini masih banyak permasalahan bangsa seperti pandemi covid-19 yang harus dipikirkan dan dicarikan solusi bersama.
“Silakan menonton untuk menikmati karya seni dan juga menambah wawasan. Namun yang lebih penting adalah mari kita sama-sama fokus menjaga kesehatan apalagi pandemi belum berakhir,” tandasnya. [mae]
Leave a Reply