Press ESC to close

Ponpes Darul Falah Gelar Diskusi Sinergitas Ponpes dan Desa dalam Gaya Memajukan Pembangunan di Desa

  • March 3, 2019

DEJABAR.ID, SUBANG- Ponpes Darul Falah Gelar Diskusi Sinergitas Ponpes Dan Desa Dalam Gaya Memajukan Pembangunan dUBANG Diskusi Sinergi Pondok Pesantren dan Desa digagas Pondok Pesantren Darul Falah desa Cimanggu kecamatan Cisalak kabupaten Subang menghadirkan 3 narasumber,  Arif Setyabudi mantan stafsus Dirjen PMD, Bambang Suryadi, Staff Kepresidenan RI dan Zainal Muttaqien, Praktisi Pondok Pesantren.
Acara yang dibuka staf kepresidenan Ariani Djalal ini dihadiri seratusan peserta diskusi yang terdiri dari aparatur pemerintah desa Cimanggu dan Desa Pakuhaji kecamatan Cisalak.
Dalam sambutan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Ustadz Kyai Ridwan Hartiwan mengatakan keinginannya untuk membuka paradigma sinergitas lembaga keagamaan yang dipimpinnya dengan masyarakat melalui program yang ada di desa.
“Kami ingin membantu agar masyarakat bisa lebih sejahtera dan lebih maju lagi, dengan kerjasama antara pondok pesantren dan desa, saling berkontribusi antara pesantren dan desa, melahirkan masyarakat yang maju lahir dan bathin, secara keagamaan terdidik dan tersekolahkan tapi memiliki kualifikasi skill yang mumpuni,” ungkapnya.
Kepala Desa Cimanggu, Nunung Nurhayati mengaku siap bekerjasama dengan ponpes Darul Falah, menurutnya dia akan mendukung langkah pondok pesantren darul falah yang ingin memiliki jamaah lebih maju dan lebih sejahtera untuk 2 desa yang berada disekitar Pesantren alumni Pesantren Al Basyariyah Bandung ini.
“Kami tertarik dengan rencana ponpes darul falah yang mengajak kami di desa Cimanggu untuk lebih maju dan sejahtera lagi, dengan pelatihan bahkan meningkatkan pengetahuan ilmu agama melalui pendidikan di pondok pesantren ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Subang Rahyang Mandalajati Evi Silviadi mengaku bangga dengan kemajuan dan budaya di pondok pesantren Darul Falah, Dia akan mendorong program yang menarik dari sinergitas yang akan dibangun antara Pondok Pesantren dan 2 desa di sekitarnya.
“Kami berharap program desa kawasan dari pemerintah pusat bisa dioptimalkan untuk kemajuan desa, maka LAK Galuh Pakuan berani mendorong dan memfasilitasi seperti di 3 desa kawasan yang berada di kecamatan Cijambe kabupaten Subang,” katanya.
Sementara terkait pembinaan bibit atlit daerah, Raja Galuh Rahyang Mandalajati Evi Silviadi juga memang sangat ingin melahirkan atlet dari daerah pinggiran termasuk dari pondok pesantren.
“Lihatlah penghargaan pemerintah untuk peraih Medali Emas Sea Games berjumlah Milyaran, atau untuk atlit berprestasi di tingkat Nasional, dan ini bisa menjadi motivasi bagi kawula muda untuk mau berprestasi tinggi di bidang olahraga, contohnya untuk masuk menjadi anggota TNI/Polri melalui jalur prestasi di bidang olahraga,” tegasnya.
Sementara ketua Komunitas Pemuda Rampak, Zaenal Muttaqien yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut mengajak para santri untuk berfikir bahwa sebagai santri tak berarti hidup dalam situasi belajar di pondok saja.
“Mari bangkitkan diri karena dengan meningkatkan kualitas diri agar bisa, sejarahnya dari resolusi jihad santri itu, dan pesantren bahkan melahirkan nkri, karenanya kita juga dituntut terus bisa menjaga NKRI, dan mengisi kemerdekaan di Republik ini,” ungkapnya.
Pesantren bukan hanya lembaga pebdidikan tapi juga lembaga perjuangan dan hadir ditengah masyarakat sama2 bertanggung jawab membangun bangsa dari pinggiran sesuai dengan nawacita nomor 3 itu,”
Sementara Arief Setyabudi, atau yang dikenal dengan panggioan “Arief Desa” mengungkapkan potensi tinggi yang dimiliki desa Cimanggu dan Desa Pakuhaji di kecamatan Cisalak ini, menurut Arief bukan hanya sinergi tetapi pesantren dan desa perlu berkolaborasi dengan program yang ada untuk menghasilkan produk yang unggul.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *