Press ESC to close

PPSDM Kemendagri Regional Bandung Studi Banding Soal Pelayanan Publik ke Pangandaran

  • December 27, 2018

DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, menerima kunjungan peserta dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementrian Dalam Negeri Regional Bandung di Aula Setda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kamis  (27/12/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tujuan rombongan dari PPSDM Kemendagri Regional Bandung itu ke Pangandaran itu untuk melakukan studi banding terkait pelayanan Pemerintah kepada Masyarakat.

Kasubag Sarpras PPSDM Kemendagri Regional Bandung Mamay Mulyadin mengaku pihaknya membawa sebanyak 50 orang dari tenaga kontrak di PPSDM Kemendagri Regional Bandung untuk melakukan studi banding pelaksanaan jaminan mutu pelayanan.

“Dipilihnya pangandaran ini, karena Kabupaten Pangandaran merupakan  daerah yang baru berkembang tetapi sudah mendapatkan berbagai penghargaan,” ujarnya kepada dejabar.id di Aula Setda Pangandaran. Kamis (27/12/2018).

“Selain terkenal dengan wisatanya, kulturnya juga Kabupaten baru berkembang yang mendapat menghargaan WTP ini menjadi acuan kami” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Mahmud mengatakan berbagai penataan sedang dilakukan guna meningkatkan kenyamanan para pengunjung ke Pantai Pangandaran.

“Sesuai dengan Visi Kabupaten kami yaitu sebagai kabupaten bertujuan wisata berkelas dunia. Dan ada empat fokus pembangunan di Pangandaran saat ini yaitu dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Penataan Kawasan Wisata,” papar Mahmud.

Menurut dia, Sekda Pemerintah pangandaran akan terus menata beberapa tempat tujuan wisata sehingga wisatawan yang berlibur ke objek wisata pantai Pangandaran tidak merasa jenuh.

“Kita ingin memperluas kawasan wisata sehingga wisatawan yang datang ke pantai Pangandaran tidak merasa jenuh, maka selain  Pantai Pangandaran kita juga akan menata Pantai Karapyak dan Pantai Batu hiu,” terangnya.

Selain itu, Mahmud berharap kepada para pedagang terkait pelayanan terhadap wisatawan pun harus terus ditingkatkan agar pengunjung  betah berwisata di pangandaran semakin lama.

“Membangun budaya wisata di kalangan masyarakat serta seluruh stakeholder terkait diharapkan terus dikembangkan, sehingga perilaku wisata yang ada tidak menghambat pengembangan wisata di Pangandaran,” harap Mahmud.

“Seperti contoh budaya wisata. Jangan sampai harga kelapa muda yang semula dijual Rp 5000 karena orang luar yang membelinya di naikan menjadi Rp10.000,” cetusnya.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *