DEJABAR.ID, SUBANG-Puskesmas Pusakanagara bersama dengan Satpol PP Pusakanagara serta Yayasan Resik temui para PSK di Desa Patimban.
Pertemuan dilakukan dalam rangka penyuluhan pencegahan penularan HIV/AIDS, Selasa (5/3/2019).
Dalam penyuluhan tersebut ada 23 PSK yang hadir dan mendpaat pengarahan.
Kasi Trantib Kecamatan Pusakanagara Syafrudin Martanegara mengatakan, kegiatan dilakukan bukan dalam arti Pemerintah Kecamatan mendukung atau memfasilitasi adanya tempat prostitusi. Hanya saja, kegiatan tersebut dilakukan untuk menekan penularan penyakit HIV/AIDS.
“Karena penyakit ini sudah merambat ke dalam keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat, jadi kita semua punya tanggung jawab untuk mencegahnya,” kata Syafrudin.
Ia menambahkan, penyakit tersebut terkadang muncul unit terkecil di masyarakat yang diakibatkan sering berganti pasangan.
“Penyakit ini bisa cepat menyebar karena dari 1 orang yang positif HIV akan merambat perlahan bisa menjadi 100 orang,” ungkapnya.
Lalu, Bidang Survelen Puskesmas Pusakanagara Surita menjelaskan, penyuluhan tentang HIV/AIDS terus digencarkan untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut. Pada kegiatan juga dilakukan pengambilan sampel darah.
“Kalau yang terkena disini belum ada, tapi yang beresiko tinggi itu yang jadi perhatian, kita berikan penyuluhan juga,” bebernya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Lukman Ginanjar pengelola program HIV/AIDS Dinkes Subang, Surita bidang survelen Puskesmas Pusakanagara, Bidan Cin Opiyani SST, Dini Damayanati dari Yayasan Resik Dini Damayanti serta Satpol PP Kecamatan Pusakanagara. (Ahy)
Leave a Reply