DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Suasana haru dan kekeluargaan begitu sangat terasa saat anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait, melaksanakan reses di akhir tahun 2018 di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat setempat begitu kehilangan sosok Bang Ara-sapaan Maruarar Sirait, seorang legislator yang dikenal merakyat dan dekat dengan semua kalangan.
Tak hanya itu, Bang Ara juga sangat peduli terhadap kemajuan dan selalu memberikan motivasi dan dukungan agar rakyatnya selalu maju dan sejahtera. Hal tersebut, diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Majengka, Falahul Alam, Jumat (28/12/2018).
“Jarang sekali ditemukan pribadi anggota dewan seperti Bang Ara. Meski beliau pindah daerah pemilihan di Pemilu 2019 ini, namun perhatian dan tanggung jawabnya kepada rakyat Majalengka masih terbukti hingga detik ini,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Kasokandel, Majalengka, yang juga Ketua Panitia Reses, Sabungan Simatupang. Pihaknya menyebutkan, reses Bang Ara tersebut bertujuan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat Majalengka.
“Kami bangga punya wakil rakyat seperti Bang Ara. Beliau sangat rajin turun dan membuat kegiatan yang memperkokoh nilai-nilai Pancasila. Termasuk peduli terhadap kemajuan dan kelestarian seni dan budaya Majalengka,” ujarnya.
Menurut dia, Maruarar saat ini juga masih rajin turun menyapa rakyatnya meski sudah pindah daerah pemilihan. Maruarar sendiri saat ini berasal dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang selama 15 tahun. Kini di Pemilu 2019 mendatang akan maju di daerah pemilihan Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
“Meskipun sudah pindah dapil, Bang Ara tetap datang ke Majalengka. Ini yang kami bangga,” sebutnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar menjelaskan, bahwa kegiatan reses terakhir di 2018 ini, sebagai upaya menyambung tali silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
“Saya tidak ingin bertemu dengan masyarakat saat ada maunya saja. Jadi, pertemuan ini sebagai bukti dan tanggung jawab saya,” ucapnya.
Selain itu, putra politisi senior PDIP Sabam Sirait tersebut juga mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Majalengka, yang mengantarkan dirinya ke senayan.
Padahal kata dia, dirinya tidak memiliki saudara sedarah di Majalengka, Subang, maupun Sumedang. Tapi dukungan itu lahir dari umat Islam yang cinta perdamaian, dari suku sunda yang sangat ramah dan menjungjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
“Saya sudah tiga periode menjadi anggota dewan. Pada Pemilu 2004 suara saya di Majalengka 50 ribu. Pemilu 2009 sebanyak 100 ribu dan Pemilu 2014 naik menjadi 139 ribu. Ini suatu kepercayaan yang luar biasa dan saya tidak akan melupakannya,” tandasnya.
Sementara itu, pada Reses tersebut dilaksanakan di tiga titik. Yakni, di Kecamatan Jatitujuh, Kecamatan Kasokandel dan Kecamatan Kadipaten.
Seperti biasanya reses Bang Ara selalu menampilkan keseniaan dan kebudayaan Majalengka. Hal itu, kata Bang Ara, agar tetap lestari dan tidak punah akibat perkembangan zaman.(jja)
Leave a Reply