RRI dan BLBI “Abiyoso”. Apa yang dapat menyatukan kedua lembaga ini?


Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) "Abiyoso" Cimahi dan Radio Republik Indonesia (RRI) bersinergi tentang Aksesibilitas dan Layanan Literasi Braille (foto:ist)

CIMAHI,- Informasi. Ya, Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) “Abiyoso” Cimahi dan Radio Republik Indonesia (RRI), kedua lembaga publik ini sejatinya memiliki peran dan fungsi yang nyaris identik, yakni menyediakan informasi bagi warga masyarakat.

Hanya, BLBI “Abiyoso memiliki penerima manfaat yang khusus, yaitu penyandang disabilitas.

Dengan demikian, sangat wajar apabila keduanya membangun sinergi dan menjalin sebuah kemitraan demi memenuhi hak seluruh warga tanpa kecuali, akan informasi yang akurat dan berkualitas.

Setelah melalui berbagai tahap penjajakan, Jumat (6/11) kesepakatan itu pun terwujud dalam sebuah kegiatan bertajuk “Pengembangan Layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Berbasis Difabel Netra”.

Pada kegiatan tersebut dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerjasama antara Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) “Abiyoso” dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI), tentang Aksesibilitas dan Layanan Literasi Braille.

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Kepala BLBI “Abiyoso”, Isep Sepriyan dan Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha RRI, Anhar Achmad.

Pada kesempatan ini turut hadir Irjen Kementerian Sosial RI, Dadang Iskandar dan Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana, Kepala RRI Bandung, Mirza Musa, dan Kepala RRI Bogor, Atik Hindari.

Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dan Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Bandung juga hadir sebagai tamu kehormatan.

Pada pengarahannya, Direktur LPU RRI menyampaikan rasa terimakasih atas terjalinnya kerjasama ini terkhusus di bidang pelayanan berbasis difabel.

“Karena, hal ini menjadi program pertama bagi RRI dan sangat memerlukan bantuan, arahan dan dukungan dari BLBI Abiyoso agar pengembangan pelayanan informasi berbasis difabel ini dapat terealisasi dengan baik,” katanya.

Kepala BLBI “Abiyoso”, Isep Sepriyan selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan bahwa sangat menyambut baik atas adanya kerjasama ini karena sangat sejalan dengan apa yang menjadi tugas dan kewajiban dari Balai Literasi Braille Indonesia BLBI “Abiyoso” Cimahi.

“Kami berharap hal ini dapat memberikan banyak manfaat bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra juga Penyandang Disabilitas lainnya,” tuturnya.

Demi terbangunnya masyarakat inklusi, kata Isep, termasuk dalam hal penyediaan informasi, bersinergi dan terjalinnya kerja sama antara seluruh pihak terkait merupakan keniscayaan.

“Tanpa hal itu, mustahil hak warga negara untuk memperoleh informasi dapat terpenuhi, terjamin, dan terlindungi,” tandasnya. [mae]