Press ESC to close

Sambut Hari Batik Nasional, BT Batik Trusmi Gelar BT Mask Painting Festival 2018

  • October 2, 2018

Menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, BT Batik Trusmi menggelar BT Mask Painting Festival 2018, yang diselenggarakan di BT Batik Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (1/10/2018).
Menurut CEO Trusmi Group, Ibnu Riyanto, Hari Batik Nasional ini berawal dari dikukuhkannya batik oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu, karena sebelumnya batik sempat diklaim oleh Malaysia. Sehingga, tiap tanggal 2 Oktober kerap diperingati sebagai Hari Batik Nasional.
“Pada saat itu, perkembangan batik melesat tajam. Saya pun bisa merasakannya saat awal merintis pada tahun 2006,” jelasnya dalam jumpa pers, Senin (1/10/2018).
Ibnu melanjutkan, sebagai pelaku industri batik, dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya Hari Batik Nasional. Dan sebagi bentuk nyata dari apresiasi tersebut, BT Batik Trusmi menggelar BT Batik Trusmi menggelar BT Mask Painting Festival 2018. Adapun serangkaian kegiatan dalam festival batik tersebut, lanjut Ibnu, adalah lomba tari topeng, melukis topeng, fashion show, membatik, dan ditutup dengan parade singkat dari BT Batik Trusmi ke lampu merah Plered, kemudian balik lagi.
Dengan adanya festival ini, Ibnu berharap kesenian dan industri batik bisa berkembang pesat. Dan juga, masyarakat Indonesia, khususnya di Cirebon, bisa mencintai dan melestarikan batik dengan menggunakan batik itu sendiri. “Tiga kata dari saya, melestarikan, mencintai, dan menggunakan batik,” jelasnya.
Sedangkan menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, dirinya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibnu Riyanto dan jajarannya karena telah melestarikan batik dan kegiatan festival di dalamnya.
Oleh sebab itu, lanjut Iwa, dirinya selaku perwakilan dari Provinsi Jawa Barat sudah membuatkan regulasi terkait pelestarian batik, yakni mewajibkan pegawainya, guru, serta PNS untuk mengenakan batik pada hari Kamis dan Jumat. Sehingga, batik akan selalu melekat pada setiap orang.
“Mari kita beli batik, mencintai, dan melestarikannya,” pungkas Iwa.(jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *