Press ESC to close

Segera Tayang, Film Ave Maryam Suguhkan Kisah Cinta yang Beda

  • April 5, 2019

DEJABAR.ID – Film AVE MARYAM akhirnya akan tayang di Indonesia. Film yang dibintangi oleh Maudy Koesnadi dan Chicco Jerikho itu bakal tayang di Indonesia mulai tanggal 11 April 2019 mendatang.

Setelah hadir di beberapa festival film Internasional, film AVE MARYAM akan bisa dinikmati di Bioskop.

Film yang diproduksi oleh Summerland, Pratama Pradana Pic, dan Grafent Production itu sudah menjalani proses syuting sejak November 2016 lalu. Namun, pada tahun 2018 lalu, AVE MARYAM terlebih dahulu melakukan penayangan di Cape Town Film Festival 2018, Hanoi Film Festival 2018 dan Hongkong Asian Film Festival.

“Ingin ceritakan cinta, cinta universal dengan background biarawati dan pasteur. Filmnya intinya, bicara tentang kejujuran, kesetiaan dengan sederhana, dan real life banget. Yang dihadapkan adalah yang real dan nyata,” terang Ertanto Robby sebagai produser.

Melalui Ave Maryam, Robby hanya ingin membicarakan perihal cinta yang universal. Serta, kejujuran dan kesetiaan yang dikemas secara sederhana melalui kehidupan Maryam dalam sebuah biara di Semarang, Jawa Tengah.

“Ceritanya sangat sederhana, berjalan dengan point of view Maryam. Situasi yang dia temui dalam kehidupannya. Bicara tentang kejujuran, kesetiaan dengan sederhana. Saya nggak mau karakter ini jadi muluk-muluk,” kata Robby saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Buatnya, Ave Maryam juga bukan membicarakan perihal agama tertentu sehingga layik diperdebatkan. Sebaliknya, Robby ingin menonjolkan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia.

“Buat saya, agama itu personal. Kita membuat ini dengan niat yang tulus dan harapan sinema di Indonesia semakin beragam,” ujar Robby.

Selain itu, melalui Ave Maryam, ia juga ingin menjawab pertanyaan banyak orang tentang kehidupan di biara. Sekaligus, menjawab rasa penasaran bagaimana suster atau pastur bisa setia dengan kaulnya.

Oleh karena itu, Robby berharap Ave Maryam bisa diterima dengan lapang dada oleh pencinta film tanah air. Serta, mampu memperkaya khasanah film Indonesia. (yga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *