Press ESC to close

Setelah 25 Jam Perjalanan, Baguna Jabar Sampai di Donggala

  • October 3, 2018

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Barat, Organisasi sayap Partai yang bertugas khusus membantu berbagai bencana telah sampai di Donggala, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kecamatan Pasang Kayu Selasa (3/10/2018) dini hari.
Rombongan Baguna Jabar yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, Chaerul Rizki Maniti, langsung melakukan bantuan dengan memberikan berbagai makananan seperti air mineral, mie, selimut  dan lainnya hasil penggalangan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC)PDI Perjuangan Jawa Barat.
“Kami langsung membantu dapur umum. Di sini memang jauh sekali posisinya dari kita. Jarak tempuh sekitar 25 jam,” ungkap Chaerul ketika dihubungi lewat telepon selulernya.
Chaerul menyampaikan, banyak wilayah yang belum terjangkau oleh bantuan mengingat lokasinya yang jauh dari perkotaan. “Misalnya di Pasang Kayu ini. Namun warga bersamangat membuat dapur umum dengan swadaya. Kita fokus pada titik-titik yang belum terjangkau,” tegas Chaerul yang membawa tujuh orang timnya ke Donggala.
Chaerul menambahkan, tidak menemui aksi-aksi penjarahan yang viral di media sosial. ”Saya liat warga bahu membahu, dan ini sangat penting agar masyarakat segera bangkit,” tambahnya.
Chaerul tidak bisa memprediksi kapan dirinya akan kembali ke Bandung. “Saya fokus pada tugas kemanusiaan dulu,” ungkap anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ini.
Ketua DPD Jawa Barat  Mayjen (Purn) TNI TB Hasanuddin menugaskan Baguna Jabar untuk bergabung dengan Baguna Pusat dalam rangka  membantu masyarakat Palu dan Donggal yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami. “Kita harus berempati dan bersimpati degan melakukan penggalangan materil dan materil. Jangan biarkan mereka sendiri,” ungkap Kang Hasan sapaan akrab TB.Hasanuddin, sehari setelah Bencana Gempa Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018)
Seperti Diketahui Gempa Dengan Magnitudo, 7,7 Skala Richter (SR) ini menimbulkan Tsunami melanda Kota Palu dan Donggala. Berdasarkan data rilis yang tebar yang diungkapkan Kepala BNPB Willem Rampangile, dalam jumpa pers di posko penanganan bencana, Palu, jumlah korban tewas terus meningkat, dan kini mencapai 1374.
“Adapun yang hilang 113 orang, dan masih ada beberapa jenazah yang masih tertimbun, dan kita masih belum tahu berapa jumlahnya,” ungkap Willem,
Seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Heyder Affan. Menurut Willem, saat ini BNPB masih berfokus pada upaya pencarian dan penyelamatan. “Kita mengarahkan SDM mulai Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan yang mengoperasikan alat berat adalah dari PUPR: semua kita kerahkan, untuk evakuasi,” jelasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *