Silaturahmi ke Pusdai, Ono: PDI Perjuangan Ingin Terlibat Aktif Syiar Islam di Jabar


Ketua PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono bersilaturahmi ke Pusdai Jabar (foto:ist)

BANDUNG,- Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono bersilaturahmi dengan Ketua Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, KH. Khairul Anam, Jumat (26/3).

Silaturahmi yang dilaksanakan di Kantor Pusdai Jawa Barat Jalan Diponegoro Kota Bandung ini juga dihadiri oleh Ketua PBNU Jawa Barat Muhammad Igbal Sulam dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Noor Rafiqa.

Dalam silaturahmi tersebut sejumlah isu menjadi pembicaraan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban namun tetap mematuhi protokol kesehatan ini.

Mulai dari sejarah Pusdai, kesehatan, pendidikan, impor beras dan garam serta isu-isu hangat di tanah air.

“Saya menyampaikan permohonan agar PDI Perjuangan diajak dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan syiar Islam. Karena Nasionalis – Religius adalah Benteng Tegaknya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Ono.

Ono juga membawa oleh- oleh berupa 200 sejadah yang diserahkan langsung kepada KH. Khairul Anam.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IV DPR ini kembali menegaskan rencana kebijakan impor beras yang akan diambil pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan tidak sesuai dengan data dimiliki Kementerian Pertanian.

Sebab Ono menganggap, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, dari Januari hingga April 2021, disampaikan akan ada produksi padi sebesar 14,54 juta ton.

Data tersebut juga mengacu pada asumsi konsumsi masyarakat pada rentang waktu tersebut hanya 9,72 juta ton.

“Sehingga ada surplus tuh sampai bulan April 4,81 juta ton. Nah sehingga tentunya dari data yang disajikan Kementerian Pertanian tidak ada krisis pangan, khususnya beras sampai menjelang Mei atau menjelang bulan Ramadhan atau hari raya Idul Fitri,” tandasnya. [*]