Soal Beredar Isu Orgil Masuk ke DPT, Begini Penjelasan KPU Majalengka


DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Supriatna mengaku belum menerima informasi terkait ada beberapa penderita gangguan jiwa masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap( DPT).
Hal tersebut, lantaran beberapa hari terakhir ini ramai dugaan masuknya penderita gangguan jiwa dan penyandang disabilitas mental ke dalam DPT.
“Hingga saat ini kami belum menerima informasi maupun adanya laporan tentang hal tersebut,”katanya, Jumat (23/11/2018).
Menurut Supriatna, terkait dugaan gila, tidak semudah itu memvonis orang, ada hal-hal yang harus dipenuhi untuk membuktikannya.
Anggapan gila yang disampaikan kalangan tertentu, tidak serta-merta menjadi pertimbangan bahwa orang yang bersangkutan ditetapkan sebagai orang gila yang dianggap tidak memenuhi syarat sebagai pemilih.
Seperti halnya syarat yang menyatakan calon pemilih berusia 17 tahun atau sudah menikah dan WNI yang sedang dicabut hak pilihnya harus disertai dengan keterangan dari pihak berwenang.
“Yang berhak menyatakan bahwa seseorang sedang terganggu jiwa dan ingatannya ya dokter jiwa. Seperti halnya ketika sedang dicabut hak pilihnya, yang menyatakan hal itu ya pengadilan,” ujarnya.
Supriatna menegaskan, sampai hari ini pihaknya mengaku belum menerima instruksi apa pun dari KPU RI terkait hal tersebut.
“Kita tunggu saja perkembangannya seperti apa,” tegasnya.(jja)