Sri Ani: Anakku Jadi Korban Bully, Begini Kronologi Awal Kejadian Pemukulan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Majalengka – Ibu dari bocah malang, Sri Ani Lestari (38) warga Desa Parakan, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, terus meratapi atas kehilangan anak kesanyangannya.

Hal ini lantaran bocah malang bernama Fatir Ahmad tersebut, telah meninggal dunia, karena menjadi korban bullying teman sepermainannya.

Dia pun tak henti-hentinya menangis saat tahu Fatir Ahmad menjadi korban bully atau perundungan itu.

Ani menceritakan, saat itu sekitar pukul 15.00 WIB, pada akhir bulan Agustus lalu, dirinya melihat korban sedang bermain dengan beberapa teman di kompleknya di wilayah Bekasi.

Saat sedang bermain, dirinya meminta anaknya tersebut untuk masuk ke dalam rumah untuk mandi. Namun, si korban menolak dengan alasan masih ingin bermain memutari komplek tersebut.

“5 menit sebelum kejadian pemukulan, saya nyuruh Fatir mandi, tapi dia menolak. Saat saya ingin masuk ke dalam rumah karena Fatir masih ingin bermain, belum sempat masuk alias masih di teras, saya mendengar Fatir menangis. Sontak saya langsung menghampiri dan mempertanyakan apa yang terjadi,” ujarnya, Senin (9/9/2019).

Setelah menghampiri, kata Ani, langsung mendapatkan informasi oleh teman korban, bahwa anaknya tersebut telah dipukul oleh teman sepermainannya yang berinisial I.

Mendengar informasi tersebut, dirinya langsung mengintrogasi anaknya penyebab korban dalam kondisi menangis.

“Ketika saya tanya, ‘dek sakit gak?’ anak saya menjawab ‘ngga mah’. Karena anak saya menjawab kaya gitu dan tidak kelihatan ada luka, saya tidak menegur anak itu (inisial I) dan saya tidak memperpanjang permasalahan tersebut karena tidak ingin ribut dengan tetangga,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, sepenglihatan dirinya saat anaknya bermain, ia hanya melihat anaknya bermain dengan teman yang berinisial I. Sedangkan, menurut Ani teman-teman yang lainnya berada jauh dari posisi anaknya dengan inisial I tersebut.

“Saya itu melihat Fatir bermain cuma dengan Inisial I, teman-teman yang lainnya jauh,” imbuhnya.

Diketahui, bocah berusia 6 tahun, Fatir Ahmad meninggal dunia setelah dirinya dipukul dan ditendang oleh teman sepermainannya di wilayah Bekasi beberapa hari yang lalu.

Pasca kejadian tersebut, Fatir menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. (jja)

Related posts

Leave a Comment