Press ESC to close

Sultan Sepuh XIV Sayangkan Maraknya Tawuran di Cirebon

  • December 17, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON-Maraknya aksi tawuran antar pelajar di Kota Cirebon, sangat disayangkan oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. Karena, tawuran-tawuran tersebut berasal dari pemasalahan yang kecil dan tidak penting.
“Padahal semuanya bisa diselesaikan dengan baik, tanpa seluruh adanya tawuran,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di Prima Hotel Cirebon, Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Minggu (16/12/2018).
Sultan melanjutkan, ada tiga pembinaan yang harus dilakukan, agar para pelajar ini tidak lagi melakukan tawuran. Yang pertama adalah pembinaan keluarga.
Dalam pembinaan keluarga ini, lanjutnya, peran orangtua dan lingkungan sekitar rumah sangat penting. Karena, iman, takwa, soleh, dan kebersamaan harus dibina sebaik mungkin oleh keluarga, agar anaknya menjadi pribadi yang lebih baik.
Yang kedua, lanjut Sultan, adalah pembinaan di sekolah. Menurutnya, mereka harus bisa mengamalkan ilmu dan pendidikan yang diajarkan di sekolah dengan baik. Karena, pendidikan itu membentuk akhlak para pelajar menjadi lebih baik.
“Yang salah itu mengejar nilai dan mengejar kelulusan. Karena, pendidikan kita adalah bagaimana menjadi manusia yang baik,” tuturnya.
Untuk yang ketiga, lanjutnya, adalah pembinaan dari pemerintah. Menurutnya, peran pemerintah dalam memberikan tempat dan akses untuk para anak muda bermain ini sangat penting. Seperti di taman yang ada fasilitasnya, sehingga memungkinkan mereka saling berinteraksi dan silaturahmi. Karena selama ini, para anak muda kebanyakan sering nongkrong di mal.
“Program pemerintah banyak. Sehingga, bagaimana mereka bisa mengakses informasi dari pemerintah. Dengan begitu, generasi muda harus ikut disibukkan dengan kegiatan yang bisa membangun kota Cirebon,” jelasnya.
Sultan menambahkan, tawuran itu kebanyakan berada di bawah usia dewasa. Sehingga, tidak ada hukum pidananya. Karena itu, inilah yang harus dipikirkan bagaimana supaya ada sanksi dan pencegahan untuk mereka ini, agar tawuran tidak terulang lagi.
“Mudah mudahan generasi muda melihat sejarah bahwa tawuran tidak bagus,” pungkasnya.(Jfr)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *