Tabuh Kentongan, Kemah Literasi Jawa Barat 2019 Resmi Dibuka


0
9 shares

Dejabar.id, Jatinangor – Kegiatan Kemah Literasi Jawa Barat 2019 yang dihelat Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Jawa Barat resmi dibuka oleh Ketua FTBM Jawa Barat Opik di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang, pukul. 14.30, Jumat (15/11).

Dalam sambutannya, Opik menyebutkan bahwa acara tersebut dipersiapkan secara maraton selama hampir dua bulan penuh. Kegiatan ini juga merupakan hasil salah satu rekomendasi Kopdar Pegiat Literasi Jawa Barat pada tahun 2017, yang salah satu butirnya menyebutkan akan secara berkala akan mengadakan semacam jambore atau temu pegiat literasi dalam lingkup Jawa Barat sekaligus nasional.

Hanya saja, lanjut Opik, kegiatan tahun 2017 maupun 2019 sekarang berupa gerakan. Salah satu pembedanya karena keterlibatan eberap pihak.

“Untuk penyelenggaraan kali ini, panitia mendapat bantuan dari Direktorat Jenderal PAUD DIKMAS Kemendikbud RI dan Pemerintah Kabupaten Sumedang, serta beberapa pihak lainnya,” tutur Opik.

Diselenggarakaknya acara kemaj Literasi ini, menurutnya bermaksud untuk menyinergikan kegiatan-kegiatan literasi yang ada.

“Karena dirasa kalau berjalan sendiri-sendiri seakan terasa terpisah-pisah, fragmentasi, dan segmented, sehingga bisa menyebabkan gerakan literasi kita tidak akan maju-maju,”jelasnya.

Selain itu,sambung Opik, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai ruang untuk dapat berbagi ide dan tukar pengalaman dan menambah pengetahuan baru bagi para pegiat literasi, dari para narasumber yang sengaja diundang pada acara ini.

Acara Kemah Literasi Jawa Barat 2019 secara simbolik dibuka dengan menabuh “kohkol” (kentongan) secara bersama-sama dengan ketua-ketua FTBM kabupaten/kota di Jawa Barat, salah seorang kepala seksi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, perwakilan dari Balai Bahasa Jawa Barat, dan perwakilan peserta dari luar Jawa Barat, seperti dari Jambi, Maluku, dan Jawa Timur.

Selain kentongan, sebagai simbol gerakan juga, para peserta menyerahkan beras dan makanan khas dari daerahnya masing-masing. Bahan makanan dan makanan khas yang pada gilirannya nanti akan dinikmati seluruh peserta kegiatan ini merupakan simbol dari kolaborasi, sebagai salah satu kecakapan yang diisyaratkan dan disyaratkan pada abad ke-21 ini.(Red)


Like it? Share with your friends!

0
9 shares

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format