Trend Naik Skuter Listrik, Begini Pro dan Kontranya

1 min


544

Dejabar.id – Seperti mendapat wahana wisata baru warga rela antre bergantian menggunakan skuter listrik walau hari sudah gelap.

Hingga rabu malam shelter penyewaan skuter listrik di FX Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat nyaris tak pernah sepi.

Didominasi anak muda mereka berkeliling bermain skuter listrik di sekitar trotoar sudirman atau di pinggir jalan raya.

Mengapa sebagian justru memilih bermain skuter listrik di malam hari? Mereka punya jawaban sendiri.

Penggunaan skuter listrik di ibu kota menjadi sorotan karena telah memakan korban.

Minggu (10/11/2019) malam lalu 3 pengendara skuter listrik tertabrak mobil yang melintas di kawasan FX Senayan dan 2 orang diantaranya meninggal dunia.

Meski terlambat koalisi pejalan kaki meminta pemerintah segera mengeluarkan peraturan sebelum mengizinkan operasional skuter listrik. Pasalnya ketiadaan aturan menjadi masalah.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta kini tengah menggodok regulasi soal penggunaan skuter listrik bersama polisi dan stakeholder terkait.

Pasalnya tanpa aturan jelas penggunaan skuter listrik bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan juga telah memanggil Dishub DKI Jakarta dan pihak penyedia layanan skuter listrik Grabwheels untuk membahas rancangan aturan penggunaan skuter listrik.

Rencananya sanksi yang mengintai pengguna skuter listrik jika mengabaikan keselamatan pejalan kaki adalah kurungan maksimal 2 bulan dan denda Rp 500.000 rupiah.

Tak hanya di Ibu Kota, moda transportasi alternatif ini pun, saat ini telah hadir di Kota Bandung. Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi tempat pertama beroperasinya kendaraan tanpa emisi tersebut. (red)


Like it? Share with your friends!

544

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *