Tema Emperor akan Agungkan Konser Phillharmonic


DEJABAR.ID, BANDUNG-Untuk yang keempat kalinya, Bandung Phillharmonic kembali menggelar pertunjukan orkestranya yang akan diselenggarakan di Hotel Hilton Bandung, pada Sabtu Malam (2/2/2019).
Orkestra kali ini sedikit berbeda dengan acara sebelumnya mengambil tema “emperor” yang juga mendukung dengan peringatan hari Cina di seluruh dunia.
“Tema yang kita ambil kan Emperor, Emperor sendiri diartikan sebagai raja atau kerajaan nah mendukung juga dengan perayaan hari Cina yang sebentar lagi akan dirayakan,” ujar Robert Nordling selaku Konduktor dan Direktur Artistik konser simfoni kepada media di Hotel Hilton, Jumat(1/2/2019).
Robert juga menjelaskan pengertian Emperor ini bukan hanya sebagai raja melainkan ada makna didalamnya. Bagi perindustrian music Clasical Emperor sendiri merupakan panggilan dari Beethovens Fifth Piano Concerto yang merupakan sebuah buku lagu yang diciptakan oleh Beethoven sendiri yang merupakan seorang komposer pada tahun 1829-an.
Untuk menambah kesan atau suasana klasik bagi para pendegar, konser ini akan dibuka dengan Overtine Obreen karya Weber yang menceritakan sebuah dongeng raja peri. Selain itu aula tempat pertunjukan akan diubah sedemikiam rupa untuk menambahlan kesan megah dan agung.
“Saya juga dibantu oleh Sally Pinkas sebagai pianist. Beliau ini merupakan anggota dari Ensemble Scuhman,” lanjutnya.
Sally Pinkas merupakan pianist yang lahir di Israel dan sering mempertunjukan solois dan musisi chamber di seluruh dunia. Dulunya Sally sering menampilkan karyanya dengan Boston Posps, The Aspen Phillamornia dan New York Jupiter Symphony hingga ke kelas dunia yang lainnya.
“Perfomance akan ditutup dengan lagu dari Aksan Sjaman yang merupakan Komposer asal Indonesia,” tambahnya lagi.
Aksan atau panggilan akrabnya Wong Aksan merupakan putra dari sutradara legendaris Indonesia, Sjuman Djaja. Pada tahun 1993 Wong Aksan membentuk sebuah grup musik yang diberi nama Chicken Takes Times. Dulunya Aksan merupakan anggota band Dewa 19, namun diakibatkan memiliki konsep yang berbeda akhirnya Aksan berpindah diri.
“Kali ini kita akan beri kesan yang agung, mewah dengan sentuhan klasik,” tutupnya. (Eca)