DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Dipilihnya Bendung Rentang di Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, sebagai Venue Kano Slalom, pada Asian Games beberapa waktu lalu, kini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Pasalnya, mereka memiliki tempat baru, baik untuk sekadar nongkrong maupun berkreasi maupun liainnya. Kehadiran paving block dan beberapa tempat duduk warisan Asian Games tersebut, cukup menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar untuk ramai-ramai datang ke sana. Dengan latar belakang aliran sungai, tidak sedikit dari para pengunjung yang menjadikan bekas venue itu untuk ber-swafoto-ria.
Selain untuk nongkrong santai, kondisi salah satu titik di Bendung Rentang tersebut juga dimanfaatkan untuk berkreasi, Seperti yang telah digelar pada Minggu (23/12/2018) kemarin.
Sekelompok seniman dari Kecamatan Jatitujuh dan sekitarnya memanfaatkan tempat itu untuk berkreasi.
Menari topeng, bermain musik, adalah contoh kecil kreasi yang dilakukan mereka di sana. Meskipun cukup sederhana, tetapi aksi para seniman tersebut, nyatanya sukses mencuri perhatian dari para pengunjung Bendung Rentang.
“Ini baru pertama kali. Inginnya mah setiap bulan ada kegiatan di sini, dengan melibatkan teman-teman. Ya itung-itung jadi ruang kreasi lah,” kata salah satu seniman setempat, Ketut Aminudin, Senin (24/12/2018).
Menurut dia, keinginannya untuk menjadikan bekas Venue itu tidak terlepas dari potensi yang dimiliki warga sekitar. Seperti, musik, seni rupa, menari dan lainnya adalah beberapa potensi yang dimiiliki warga sekitar di Bendung Rentang tersebut.
“Bisa juga nanti ada semacam workshop di sekitar sini tidak sedikit anak-anak sekolah yang punya potensi. Jadi kan klop, potensi ada, tempat juga ada, memanfaatkan bekas Venue Asian Games ini,” papar dia.
Sementara itu, keramaian di Bendung Rentang sendiri sejatinya sudah terlihat jauh-jauh hari sebelum Asian Games dihelat. Namun, kata dia, setelah adanya Asian Games, kini pemandangan di sana tampak lebih rapi.(jja)
Leave a Reply