Press ESC to close

Tercatat 55 Jiwa Penderita ODGJ di Leuwimunding Majalengka

  • October 29, 2019

Dejabar.id, Majalengka – Penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, mencapai 55 jiwa sepanjang bulan Oktober 2019. Jumlah tersebut turun ketimbang data sebelumnya, yakni 101 jiwa.

Kepala Puskesmas Leuwimunding, Kartisem mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat berdasarkan hasil melakukan pembentukan Kader ODGJ pada awal bulan Oktober lalu.

“Untuk total Kader ODGJ di wilayah Leuwimunding, Majalengka sendiri, saat ini mencapai 190 Kader,” katanya, Selasa (29/10/2019).

Menurut Kartisem, masing-masing Kader disetiap Posyandu berjumlah tiga orang, di antaranya, dua orang dari Kader Posyandu dan satu orang dari perangkat desa/kadus.

“Dalam kegiatan awal bulan Oktober itu, sekaligus diajarkan bagaimana cara mendeteksi masalah kejiwaan,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, para kader juga terus melalukan pendataan dan selalu melaporkan secara rutin setiap bulan ke Puskesmas maupun Muspika Leuwimunding.

Terkait jumlah sebelumnya yang mencapai 101 jiwa, lanjut Kartisem, data itu sifatnya hanya sementara.

Pasalnya, pemerintah desa juga sempat menghitung bahwa penderita ODGJ yang masuk kategori sudah sangat parah dan kerap melayap kemana-mana.

“Jadi setelah dilakukan penghitungan ulang jumlahnya mencapai 55 penderita,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari jumlah 55 jiwa penderita ODGJ itu, sebanyak 16 jiwa sudah menjalani pemeriksaan rutin. Bahkan, beberapa diantaranya, ada yang sudah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, Camat Leuwimunding, Iwan Dirwan mengakui pihaknya bersama Muspika sudah melakukan berbagai cara guna menekankan jumlah ODJG di wilayahnya.

Bahkan, katanya, ada penderita ODGJ itu masih dalam usia produktif. Selain itu, ada juga yang masih usia sekolah, baik SMP maupun SMA.

“Penyebabnya diduga ada karena faktor lingkungan keluarga seperti orang tuanya bercerai, ada yang karena faktor ekonomi, serta dugaan biologis dan sebagainya. Kami sedang melakukan penanganan serta pengobatan,” jelas Iwan.

Beberapa penanganan yang dilakukan di antaranya, melakukan kunjungan ke rumah-rumah penderita terutama penderita yang sudah tidak bisa datang ke Puskesmas karena berbagai alasan.

“Bahkan kita juga menghadirkan dokter dan Psikiater untuk mempercepat penyembuhan,” tandasnya. (jja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *