Terima Bantuan dari Satlantas Majalengka, Korban Kecelakaan Ini Menangis


DEJABAR, MAJALENGKA – Suasana haru menyelimuti kediaman Yadi, warga Beber, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang mengalami kakinya patah dan harus diamputasi usai menjadi korban kecelakaan beberapa waktu lalu.

Yadi tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat mendapat bantuan paket sembako dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka. Saat itu, usai mengalami kecelakaan, Yadi langsung kehilangan kaki kirinya. Dia juga terpaksa harus kehilangan pekerjaannya.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso, melalui Kasat Lantas, AKP Luky Martono, didampingi Kanit Laka Lantas, Ipda Yudi F B Simanjuntak menjelaskan, sasaran baksos yang digelar Satlantas Majalengka untuk korban kecelakaan yang mengalami cacat fisik dan keluarga korban kecelakaan.

“Kita salurkan bantuan paket sembako kepada korban laka lantas yang mengalami cacat. Dan Baksos ini merupakan dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65,” Ungkap AKP Luky, Jumat (18/9/2020).

Kasat Lantas menambahkan, dampak wabah Covid-19 saat ini, sangat berpengaruh utamanya di bidang perekonomian masyarakat. Pada pandemi Corona ini tentu mengakibatkan beban berat bagi seluruh pihak.

“Dan ini merupakan upaya kami untuk sedikit meringankan beban tersebut, semoga bermanfaat,” tambahnya.

Kasat Lantas mengungkapkan, bahwa tak hanya Yadi yang menerima paket sembako, melainkan ada beberapa orang lainnya yang menjadi korban laka lantas juga tak luput menjadi perhatian pada baksos tersebut.

Kegiatan ini, kata dia, bertujuan untuk menumbuhkan empati, kepekaan, solidaritas, dan kepedulian Polantas di masa pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini Lalu Lintas Bhayangkara tengah berulang tahun ke-65.

“Ini yang harus kita dihadapi secara gotong royong, sehingga dapat meringankan beban sesama, khususnya korban laka lantas,” paparnya.

Sementara itu, Yadi mengaku bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarganya. Terlebih di masa pandemi Covid-19. “Terima kasih pak, terima kasih banyak,” tambah Yadi, tak kuasa menahan haru. (Jfn)