Press ESC to close

TKI Asal Cirebon yang Hilang 21 Tahun di Arab Saudi, Akhirnya Dipulangkan

  • July 22, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Turini, TKI asal Kedawung Kabupaten Cirebon yang dikabarkan hilang 21 tahun tersebut, akhirnya bisa kembali pulang ke Cirebon. Dengan diantar oleh keluarga, Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM), dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Turini disambut oleh Plt Bupati Cirebon di kantor Bupati Cirebon, Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (22/7/2019).

Dengan tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan terharunya, Turini menceritakan pahit getirnya saat berada di Arab Saudi selama 21 tahun. Awalnya, Turini berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 24 Oktober 1998. Di sana, dia bekerja pada majikannya yang bernama Aun Niyaf Al-Utaebi.

Selama 4 tahun, masih berjalan lancar seperti biasa. Namun setelah itu, pihak keluarga mulai kesulitan berkomunikasi. Pasalnya, perusahaan yang mengurus keperluan TKI yang menaungi Turini, yakni PT. Bhayangkara, mengalami gulung tikar. Sponsornya yang juga menaungi Turini turut menghilang. Akibatnya, Turini hilang kabar.

“Perusahaannya gulung tikar. Jadi mau komunikasi juga sudah,” jelasnya, Senin (22/7/2019).

Setelah 10 tahun bekerja, majikannya meninggal dunia. Turini kemudian bekerja di rumah salah seorang menantu majikan yang bernama Faihan Al-Utaebi. Beruntung, Turini tidak mengalami kekerasan fisik dari majikan. Dia hanya disuruh bekerja saja. Di rumah tersebut, disamping mengerjakan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, Turini juga diminta untuk menjaga istri majikan yang sudah usia lanjut.

“Di situ saya sama sekali tidak diizinkan keluar rumah dan pulang ke Indonesia,” tuturnya.

Turini akhirnya bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia, berkat temannya dari Filipina yang juga bekerja di rumah tersebut. Dari situlah, Turini dan keluarga mengupayakan agar bisa memulangkan Turini kembali ke Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Arab Saudi.

Tim Perlindungan KBRI berangkat ke kota Dawadmi untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian Kota Dawadmi. Atas bantuan pihak Kepolisian, Tim berhasil menemukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Turini di rumah Faihan Al-Utaebi, di sebuah perkampungan kecil bernama Wedhakh, sekitar 387 KM dari Kota Riyadh. Saat ditemukan, PMI yang nama resmi di paspornya tertulis Turini tersebut dalam keadaan sehat dan kondisinya baik-baik saja. Dia tidak pernah mengalami penyekapan apalagi penganiayaan. Hanya saja memang Turini jarang sekali keluar rumah.

Selama 21 tahun lebih bekerja, Turini baru menerima gaji beberapa ribu Riyal (SR) saja, dan sebagiannya sudah ditransfer ke Indonesia. Sementara sisa sebesar SR 150.000 dibayar sekitar 2 minggu kemudian, sesuai janji Faihan Al-Utaebi, menantu majikan. Akhirnya pada tanggal 19 Juli 2019, Turini berhasil mendapatkan visa exit dari Tarhil (Kantor Karantina Imigrasi). Kemudian, dipulangkan ke Indonesia dari Arab Saudi pada Minggu (21/7/2019) malam waktu Arab Saudi.

Dengan bisa berkumpul kembali dengan keluarga, Turini merasa bahagia, sedih, dan haru, karena sudah puluhan tahun tidak bertemu. Ibu dua anak ini pun menemui anaknya yang sudah besar, bahkan sudah mulai berkeluarga. Karena saat pergi ke Arab Saudi, mereka masih kecil.
“Mau di rumah saja, takut enggak mau ke Arab Saudi lagi,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *