Transformasi Digital, TB Hasanuddin Ingatkan Pengguna Bijak dan Mampu Manfaatkan Sisi Positif


Dejabar.id – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin ingatkan para pengguna internet di Indonesia agar bijak dan mampu memanfaatkan sisi positif dari transformasi digital. Hal tersebut disampaikan Hasanuddin saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Ngobrol Bareng Lesgislator bertajuk “Mewaspadai Konten Negatif Penyebaran Hoax di Dunia Digital”, Kamis siang (30/9/2021).

Seiring perkembangan zaman dan transformasi digital yang terjadi, pengguna internet di Indonesia juga semakin meningkat. Tercatat Indonesia menjadi negara dengan pengguna internet terbesar. Indonesia menduduki peringkat ke-15 di Asia pada tahun 2021. Kini lebih dari 212,35 juta penduduk Indonesia dari total jumlah kurang lebih sebanyak 276,3 juta adalah pengguna internet. Artinya penetrasi internet di Indonesia mencapai lebih dari 75 persen.

Peningkatan pengguna internet tak hanya dilatarbelakangi oleh transformasi digital dunia. Faktor lainnya adalah Pandemi Covid-19 yang memaksa kita untuk melakukan aktivitasnya dari rumah. Dengan demikian, dari peningkatan pengguna internet di Indonesia maka diperlukan pula pengetahuan literasi digital, serta kebijksaan dalam menggunakan gadget masing-masing individu. Sehingga para pengguna internet tidak terjebak pada hal-hal negatif, berita hoax, dan ujaran kebencian.

Pada bagian lain, Hasanuddin menambahkan, penggunaan internet di Indonesia yang semakin meningkat tersebut menjadi potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Pada tahun2020, ekonomi digital Indonesia meningkat 25 persen dan diprediksi pada tahun 2025 ekonomi digital akan tembus di angka 124 Mliliar USD atau sekitar Rp 1700 T. Jumlah yang sangat besar dan menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.” Tegas Hasanuddin.

Maka, transformasi digital tak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memberikan manfaat yang sangat besar. Tak hanya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, namun trasnformasi digital juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat Keutuhan NKRI dengan saling menyebarkan sikap toleransi kepada seluruh elemen masyarakat.

Webinar juga diisi oleh dua narasumber lain, yakni Samuel A. Pangerapan selaku Ditjen Aptika Kemenkominfo RI, dan Bahroji Pendiri Sultan TV. Webinar dihadiri oleh lebih dari seratus peserta secara daring melalui zoom meeting. []