Press ESC to close

Tujuh Orang Korban Bencana Sulteng Asal Cirebon Akhirnya Dipulangkan

  • October 15, 2018

DEJABAR.ID, CIREBON-Tujuh orang korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), asal Kabupaten Cirebon, akhirnya dipulangkan semua. Kepulangan mereka disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, serta PLH BPBD Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini Kota Cirebon, Minggu malam (14/10/2018), sekitar pukul 20.30 WIB.
Adapun ketujuh orang tersebut yakni Enang Kusuma (33), Dewi Mustikasari (29), Maulana Yusuf Ibrahim (8), Humair Azam Ramadhan (15 bulan), Indra (25), Ipah Kholifah (24), dan Nur Hafidzah (3). Salah satu korban yakni Indra mengalami luka di bagian kaki akibat terkena gelombang tsunami, sehingga dia harus menggunakan kursi roda.
Kepulangan mereka ke Cirebon diantarkan oleh pesawat Hercules dan turun di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kemudian, diteruskan dengan perjalanan darat memakai mobil hingga tiba di Cirebon.
Menurut seorang korban, Ipah Kholifah, dirinya sudah tiga tahun tinggal di Palu. Di sana dia tinggal bersama dengan Indra suaminya, anak, dan keluarga lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang suami berjualan cobek di Pantai Barat, Palu, Sulawesi Tengah.
Saat terjadi gempa, lanjut Ipah, dirinya beserta sang anak dan keponakan sedang berada di luar rumah, karena dirinya sedang mengantar mereka untuk membeli jajan. Sehingga, mereka bisa terhindar dari reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempa.
“Kejadiannya pas azan Maghrib. Kakak saya titip anaknya ke saya. Saat itu, di luar ada pedagang, dua anak ini minta jajan, saya bawa keluar terus ada gempa,” jelasnya.
Kondisi yang berbeda dialami oleh suami Ipah, Indra, yang terkena reruntuhan ruko akibat gempa. Bahkan, suaminya tersebut dihantam gelombang tsunami dan terseret hingga sejauh 50 meter. Akibatnya, bagian kaki kanannya mengalami luka yang cukup serius, sehingga harus mendapatkan perawatan.
Meskipun begitu, Ipah dan keluarga merasa sangat senang karena masih bisa berkumpul dan bisa kembali ke kampung halaman di Cirebon. “Alhamdulillah saya senang bisa kembali pulang ke Cirebon dengan keadaan selamat. Walaupun, suami saya masih dalam keadaan sakit,” terangnya.
Setelah kejadian ini, Ipah dan keluarganya selama beberapa waktu akan tinggal di kampung halaman. Jika keadaan sudah membaik, dirinya dan suaminya berencana kembali lagi ke Palu. Dengan kondisinya saat ini, dia berharap pemerintah daerah bisa membantunya agar suaminya bisa kembali pulih. Karena, harta benda miliknya, sudah tidak tersisa lagi terbawa arus gelombang tsunami.
“Yang tersisa hanya pakaian. Kendaraan motor dan yang lainnya hilang,” tuturnya.
Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, berdasarkan instruksi dari Bupati Cirebon, tujuh orang korban tersebut akan mendapatkan bantuan. Untuk korban yang mengalami luka akan mendapatkan perawatan medis hingga sembuh total.
“Mereka akan dibawa ke Rumah Sakit Waled untuk dicek dan diperiksa bagi yang luka. Masalah pembiayaan semuanya gratis sampai sembuh,” jelas Enny.
Sedangkan untuk yang lainnya, lanjut Enny, akan diberikan trauma healing dengan melibatkan pakar. Pemerintah Kabupaten Cirebon juga akan melibatkan Disnaker untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada para korban agar bisa meningkatkan perekonomian.
“Kami akan berikan pelatihan dan bila ada anak yang masih sekolah akan kami sekolahkan,” pungkasnya.(Jfr)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *