DEJABAR.ID, CIREBON-Kedatangan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ke Pondok Buntet Pesantren Cirebon menuai banyak penolakan dari masyarakat, khususnya di wilayah Pondok Buntet Pesantren. Bahkan, pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon pun membuat surat pernyataan penolakannya.
Bahkan tidak hanya itu, di berbagai sudut jalan dan jembatan di kawasan Pondok Buntet Pesantren Cirebon, telah dipasang spanduk terkait kedatangan Sandiaga Uno. Uniknya, meskipun di situ tertulis, “Selamat Datang Bapak Sandiaga Uno di Cirebon”, namun di bawah tulisan tersebut tertulis “Tapi Maaf, Kami Tetap Pilih Jokowi #CirebonMeluKyai”.
Spanduk yang didominasi warna merah dan hijau tersebut menjadi pusat perhatian warga yang melintas. Ada yang merasa biasa saja, ada juga yang terkejut dan heran.
Menurut Pimpinan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon, KH Adib Rofiuddin, dirinya baru mengetahui spanduk yang terpasang tersebut selepas Solat Jumat. Ada yang melaporkan kepadanya, dan dia juga sempat melihatnya.
“Saya baru mengetahuinya, dan baru sempat melihatnya setelah Solat Jumat tadi,” jelasnya saat ditemui awak media di Pondok Buntet Pesantren, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/3/2019).
Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut dan kapan. Tapi yang pasti, spanduk tersebut merupakan bentuk penolakan secara halus masyarakat Buntet terhadap kedatangan Sandiaga Uno ke Cirebon, khususnya ke Pondok Buntet Pesantren Cirebon.
Dirinya berharap, dengan adanya penolaknya secara halus ini bisa membatalkan kedatangan Sandiaga Uno ke Buntet. Karena, bisa dikhawatirkan terjadi kericuhan yang bisa mencoreng wajah pendidikan di Buntet yang mayoritas santri, dan nama Sandiaga Uno sendiri.
“Kami juga membuat surat pernyataan bentuk penilaian kami kepada kedatangan Sandiaga Uno,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply