dejabar.id, Majalengka – Sebanyak 17 santri dari beberapa pondok pesantren dari Kabupaten Majalengka mengikuti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Barat, tahun 2019, di Cipaung, Tasikmalaya.
Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten, Yayat Hidayat, melalui Kepala Seksi PD Pontren, Moc. Risan, mengatakan, Kafilah asal Kabupaten Majalengka mengirimkan sebanyak 23 orang, yang terdiri dari 17 orang peserta, 3 orang pembina, dan 3 orang pendamping.
“Setiap peserta mengikuti 2 cabang di setiap Marhalah, baik Ula, Wustho, dan Ulya ditambah untuk hapalan Imriti, Alfiyah dan Jauhar Maknun untuk tingkat Ponpesnya,” katanya, Rabu (16/10/2019).
Menurut dia, bahwa MQK pada tahun 2019 ini, bisa dikatakan MQK yang spektakuler dengan menyertakan peserta sebanyak 800 orang. Bila dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya diikuti sebanyak 180 orang.
“Hal ini, tidak terlepas dari perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas para peserta, sehingga mengalami perkembangan yang cukup pesat,” ungkapnya.
Selain itu, Risan juga menambahkan, bahwa kegiatan MQK juga merupakan salah satu kegiatan penunjang untuk menjadikan santri memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkarakter.
Berwawasan kebangsaan dan lebih pentingnya lagi, kata dia, peningkatan dalam nuansa dan suasana religius dalam berbagai aspek kehidupan.
“Semoga kedepan kegiatan MQK ini bisa lebih membumi dengan penyelenggaraan ke tingkat yang lebih bawah atau minimal Tingkat Kabupaten,” harapnya. (jja)
Leave a Reply