DEJABAR.ID, SUBANG-Sekitar 300 hektar pesawahan di wilayah Kecamatan Pusakajaya, Subang terancam gagal panen akibat diserang hama tikus.
Petani dan aparat pertanian pun terus berusaha melakukan berbagai upaya agar tidak menyebar ke areal lainnya.
Camat Pusakajaya, H.Toni,S.Pd.,M.Si didampingi Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian, Surni SP yang dihubungi Senin (25/2/2019), membenarkan adanya kejadian dan berlangsung sudah sejak pertengahan Februari lalu.
“Memang masih belum terlalu luas, hanya sekira 315 hektar dari luas keseluruhan tanam 3,759 hektar,“ katanya.
Sedangkan luas baku sawah di Pusakajaya mencapai 3.907 hektar sehingga yang belum tanam seluas 150 hektar. Namun demikian dengan adanya serangan di pesawahan Desa Karanganyar 300 hektar dan Desa Kebondanas 15 hektar terhadap padi berumur 45-50 hari, jelas sangat merugikan petani karena harus kembali diolah pada tanaman yang diserang hama tikus tersebut.
“Kita terus berupaya agar serangan tidak meluas dengan mengadakan gerakan geropyokan disetiap desa, memperbaiki sanitasi lingkungan serta pengendalian itu semua dilaksanakan 1 minggu 2 kali,“ ungkapnya.
Ketua Kelompok Tani, Rasajaya, H. Rosad menyebutkan kalau serangan hama tikus itu cukup eksplosif sehingga dalam satu malam tanaman habis di beberapa hektar. Jumlahnya pun tidak hanya puluhan namun ratusan ekor berkelompok.
“Makanya kita terus melakukan geropyokan ke sarang-sarangnya bersama aparat terkait, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar tidak meluas ke areal lainnya,“ ujarnya.
Permasalahan inipun menjadi perhatian Bupati Subang dan mengutus Wakil Bupati, Agus Masykur untuk melihat dari dekat kondisi ini.
“Begitu menerima laporan adanya ratusan sawah yang terserang hama tikus kita langsung melihat dari dekat dan ternyata benar kalau tanaman yang diserang harus diolah ulang,“ kata Wakil Bupati.
Dirinya pun meminta para petani untuk tidak bosan memerangi seragan hama tikus dan hama lainnya. Persoalan inipun menjadi perhatian khusus dan akan dibahas dengan OPD terkait untuk penanganannya lebih lanjut.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan langsung bergerak menuntaskannya, tidak hanya ke areal yang sudah terdampak tetapi juga areal lainnya sehingga tidak menyebar ke tanaman padi yang masih sehat,” ungkap Agus.
Agus berharap, kegiatan gropyokan atau berburu tikus tersebut terus rutin dilakukan hingga benar-benar hama tikus punah.(Ahy)
Leave a Reply