Ahmad Dimyathi Atmawijaya, Balon Pertama Daftar ke PDI Perjuangan Kab Bandung

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Kab Bandung – Ahmad Dimyathi Atmawijaya, S.T., M.M., (32), menjadi yang pertama mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020-2025 ke Sekretariat DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung di Jalan Jaksa Naranata Baleendah, Senin (9/9/19).

Saat pengambilan formulir pendaftaran itu, Ahmad didampingi Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bandung Asep Muhammad dan puluhan kader BMI serta kader PDIP. Ahmad sendiri adalah Wakil Ketua BMI Kabupaten Bandung yang merupakan sayap partai dari PDIP. 

Ahmad mengatakan, menjadi orang yang pertama dalam pengambilan formulir bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung itu, sebagai bentuk keseriusan dirinya untuk maju pada Pilkada Kab Bandung. 

“Ini sebagai bentuk keseriusan saya dan tidak main-main dalam pendaftaran bursa calon bupati dan wakil bupati Bandung. Ini juga sebagai bentuk kesiapan saya maju pada pilkada Kabupaten Bandung. Saya sudah siap mengikuti proses penjaringan,” tandasnya.

Ahmad juga melihat bakal banyak kandidat yang akan maju pada pilkada mendatang, di antaranya kader PDIP dan luar partai yang sama-sama mendaftarkan diri ke DPC PDIP Kabupaten Bandung. Sehingga pihaknya akan mempersiapkan diri untuk persiapan menghadapi persaingan pada pilkada tersebut. 

“Setelah pengambilan formulir ini, dan kemudian mengembalikan formulir paling lambat 20 September, saya sudah siap mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan pejabat),” kata Ahmad.

Disinggung tentang cost politic yang cukup besar dalam pencalonan itu, Ahmad mengaku sudah menyiapkannya. “Anggaran sudah disiapkan, sudah ada dan terus akan menyiapkan,” akunya.

Terkait dengan dirinya akan menempati posisi bakal calon nomor satu atau nomor dua, kata Ahmad, kembali pada kebijakan partai (PDIP). Apalagi jelang pilkada itu, DPC PDIP Kabupaten Bandung akan menerapkan pola survei untuk penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung. 

“Yang jelas, saya berusaha untuk percaya diri. Dan menurut saya pribadi, saya sendiri sudah populer di kalangan masyarakat. Bahkan, saya sendiri aktif di BMI sudah dua tahun belakangan ini,” ungkapnya.

Setelah mengambil formulir tersebut, Ahmad akan segera membuat tim kampanye untuk penguatan di masyarakat. Bahkan dirinya pun merasa percaya diri dalam pencalonan tersebut karena banyak komunitas yang diakomodir dan mengharapkan ia bisa menjadi calon bupati dan wakil bupati. 

Yang menjadi alasan Ahmad mencalonkan diri menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati Bandung itu, karena ingin memberikan kontribusi pada pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Tata kota di Kabupaten Bandung masih semrawut. Selama saya tinggal di Bandung, masih belum ada perubahan dan masih tetap saja seperti dulu. Saya berusaha untuk melakukan penataan kota,” ucapnya. 

Di samping penataan kota, Ahmad melihat, banyak potensi di Kabupaten Bandung yang bisa digali untuk menaikan pendapatan asli daerah (PAD). Potensi PAD itu, di antaranya Kabupaten Bandung merupakan kawasan industri yang sudah lama berkembang. 

“Perkembangan industri tak bisa dihalangi karena untuk kemajuan sebuah daerah dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun dalam pengelolaannya harus ramah lingkungan juga” ungkapnya. 

Tak hanya itu, imbuh Ahmad, bekas galian C yang tersebar di Kabupaten Bandung bisa menjadi potensi PAD. Yaitu dengan cara ditata untuk dijadikan tempat wisata dan pertanian. 

Ahmad sebagai penasehat pedagang kaki lima pasar tumpah di Kabupaten Bandung itu juga berkeinginan untuk melakukan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar dasar ideologi trisakti. “Kesejahteraan masyarakat bisa menjadi pondasi dan landasan, untuk membuat sebuah kebijakan,” kata dia.

Related posts

Leave a Comment