Press ESC to close

Awal Tahun 2019, Stok Pupuk di Wilayah Jabar dan Banten Aman

  • December 13, 2018

DEJABAR.ID, PANGANDARAN –
Para petani tidak perlu merasa resah dalam menghadapi musim tanam di awal tahun 2019. Pasalnya, Stok pupuk untuk di wilayah Jawa Barat dan Banten dipastikan aman.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang Indra Gunawan saat menyerahkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir di Kabupaten Pangandaran. Kamis (13/12/2018).

Indra mengatakan bahwa PT Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan BUMN yaitu PT Pupuk Indonesia (persero), Pupuk Kujang bertanggung jawab penyaluran pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Jabar dan Banten.

“Untuk wilayah Jabar-Banten  stok pupuk urea bersubsidi pada awal Desember 2018 mencapai 130 ribu ton, atau 224% dari ketentuan stok tiga minggu kedepan. Sedangkan stok Pupuk NPK phonska sebanyak 54 ribu ton dan pupuk Petroganik sebanyak 10 ribu ton,”ujarnya kepada dejabar.id. Kamis (13/12/2018).

Indra menyampaikan, Untuk wilayah Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran stok urea bersubsidi di Gudang lini III sampai dengan 10 Desember 2018 sebesar 8,7 ribu ton, atau 111% dari ketentuan stok tiga minggu kedepan.

“Dengan kepastian stok tersebut, petani tidak perlu  lagi merasa khawatir,” tegasnya.

Indra menegaskan seluruh penyaluran dan pengadaan pupuk bersubsidi akan berjalan dengan lancar dan baik sampai ke tangan petani.
Dengan demikian, (ketersediaan pupuk) tidak menghambat masa tanam di akhir tahun ini.

“Kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk para petani dipastikan tercukupi dalam memasuki musim tanam diakhir tahun 2018 ini,” katanya.

Terkait realisasi penyaluran pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten, Indra menyebutkan, hingga Desember 2018, telah mencapai 496 ribu ton.
“Jumlah itu setara dengan 80% dari ketentuan Dinas Pertanian (Distan),”jelas Indra.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Pangandaran sendiri, lanjut Indra, penyerapan pupuk urea bersubsidi sampai dengan 10 Desember 2018 mencapai 430 ton atau 15% dari ketentuan Dinas Pertanian, hal ini disebabkan belum meratanya musim tanam jelang tahun 2019.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *