Press ESC to close

Beberapa Anak di Cirebon Sampai Lupa Makan dan Linglung Gara-gara Gawai

  • January 25, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Kemajuan teknologi, terutama internet, tidak hanya membawa dampak positif bagi para penggunanya. Internet ternyata bisa menimbulkan dampak negatif, terutama bagi pengguna anak-anak.

Penggunaan internet bagi anak-anak kebanyakan untuk bermain game online dan streaming YouTube atau video. Kemudahan akses internet tersebut bisa disalahgunakan bagi anak-anak yang masih belum mengerti baik dan buruknya penggunaan internet.

Biasanya, game online dan streaming YouTube dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk sarana rekreasi atau hiburan. Namun, apabila digunakan dengan intensitas yang terlalu sering dan kesulitan mengendalikan kecanduan bermain game online serta mengabaikan pekerjaan yang lebih penting, maka patut diwaspadai.

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kota Cirebon mencatat, dalam setahun terakhir telah menerima laporan terkait kecanduan terhadap game online sebanyak lebih dari 10 kasus. Mayoritas dialami oleh usia anak anak dan remaja.

Menurut Pekerja Sosial Perlindungan Anak DSP3A Kota Cirebon, Siti Fatimah, 10 kasus tersebut baru yang melapor saja. Masih banyak mereka yang kecanduan yang mungkin belum atau bahkan tidak berani melaporkan kasusnya.

“Mayoritas kejadian seperti ini dialami oleh anak anak sekolah dari mulai tingkat SD dan SMP,” jelasnya saat ditemui awak media di Kantor Dinas Sosial Kota Cirebon, Kawasan Perkantoran Bima Kota Cirebon, Jumat (25/1/2019).

Saat menerima laporan anak-anak yang mengalami kecanduan game online, lanjut Fatimah, kebanyakan sudah dalam kondisi adiksi akut. Misalnya, kondisinya sudah lemas di warnet karena mungkin dia lupa makan dan sebagainya. Ada juga yang sudah tidak responsif, saat ditanya-tanya, dia seperti kebingungan.

Untuk mencegah kecanduan game online kepada anak anak, tambahnya, dirinya menyarankan kepada para orang tua untuk membatasi penggunaan gadget anak-anak. Selain itu, perlu juga dibiasakan permainan tradisional yang melatih fisik, kekompakan, dan kreativitas.

“Tapi sekarang kan orang tua daripada ribet melatih permainan tradisional, lebih suka memberikan gadget ke anak-anaknya, bahkan saat mereka masih balita. Kalau sudah kecanduan terhadap game online dan internet, maka yang perlu dilakukan adalah pendampingan dan rehabilitasi dari psikolog,” jelasnya.

Fatimah menambahkan, kecenderungan seseorang mengalami kecanduan game online bisa dilihat dari perilakunya. Misalnya pada anak-anak sekolah. Biasanya ketika di kelas, mereka selalu merasa gelisah dan tidak berkonsentrasi untuk belajar. Selain itu terhadap lingkungan sekitar, mereka juga menjadi kurang peka sehingga cenderung menyendiri.

Kalau di kelas, lanjutnya, mereka maunya cepat-cepat pulang demi bermain dengan gadgetnya. mereka juga tidak bisa membedakan mana yang rill mana yang cuma karakter dunia maya saja. Menurutnya, ini yang berbahaya karena mereka merasa bermain bersama, padahal kenyataanya mereka hanya menyendiri di kamar.

“Di sinilah peran orang tua harus mengawasi anak-anaknya,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *