Press ESC to close

Benarkah Ada Satelit Bumi Selain Bulan?

  • May 24, 2019

DEJABAR.ID – Ketika sebagian besar planet dalam sistem tata surya kita memiliki lebih dari satu planet, sedari kecil kita diajarkan bahwa bulan adalah satu-satunya satelit alami bumi. Bulan sudah mengorbit Bumi sejak lama, sekitar empat miliar tahun yang lalu. Namun, ternyata para astronom menemukan banyak satelit di dekat Bumi, lho. Bukan, itu bukan satelit buatan, tapi benar-benar benda antariksa.

  1. Bulan ternyata satelit terbesar bumi?

Dalam sebuah penelitian mengusulkan bahwa satelit bumi bukan hanya bulan saja, melainkan ada benda langit lain yang tertangkap oleh gravitasi bumi yang ikut mengorbit. Penelitian yang diterbitkan di Frontiers oleh sekumpulan ahli astronomi pada bagian Astronomi dan Sains Luar Angkasa itu menyebutkan, bahwa benda berdiameter antara satu dan dua meter.
Bulan adalah satelit terbesar bumi, sedangkan terdapat benda-benda langit lain berukuran kecil itu ikut mengorbit pada bumi. Ada yang memiliki diameter mencapai 15 kilometer, ada juga yang hanya sekitar satu meter. Namun begitu, semua satelit ini berukuran lebih kecil dari Bulan. Maka itu, benda-benda langit ini disebut sebagai minimoons atau bulan-bulan mini.
Namun, perlahan-lahan, mereka bergerak menjauh dan tidak mengorbit Bumi lagi. Tidak seperti Bulan yang menjadi satelit sejati Bumi, mereka hanya akan mengitari Bumi sekitar 100 tahun sebelum akhirnya menjauh.
Itulah sebabnya bulan-bulan mini ini disebut sebagai kuasi-satelit.

  1. Benda itu menjadi objek pengorbit bumi

Benda langit berukuran kecil tersebut pertama terdeteksi pada tahun 2006 dan menjadi objek natural yang pertama kali mengorbit pada bumi selain bulan sendiri. Objek itu disebut TCOs dan TCFs yang memiliki kepanjangan “temporarily-captured orbiters” dan “temporarily-captured flybys”, seperti yang dilansir dari Bgr.com.

  1. Bisa digunakan untuk penelitian

Para peneliti percaya bahwa bila ada teknologi teleskop yang lebih canggih akan dapat digunakan untuk meneliti objek tersebut. Jika hal tersebut dapat diwujudkan, para ahli astronomi akan bisa menggunakannya sebagai model untuk diteliti dan menemukan siklus perpindahan asteroid di sistem Tata Surya.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *