Budaya Babarit Ramaikan Syukuran Nelayan Bojongsalawe Pangandaran


DEJABAR.ID.PANGANDARAN-Babarit atau makan bersama antara nelayan dan masyarakat ikut memeriahkan syukuran nelayan atau hajat laut di Pantai Bojongsalawe, Desa Kalangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (2/10/2018).
Kepala Desa Kalangjaladri Dedi Kurniadi mengatakan bahwa babarit merupakan budaya silahturahmi dengan makan bersama antara nelayan dan masyarakat umum. “Setelah melakukan doa bersama barulah kita gelar babarit. Babarit sering dilakukan setiap tahun pada bulan muharam dan Babarit juga merupakan ritual syukuran nelayan Bojongsalawe,”ujarnya kepada dejabar.id.
Usai babarit, pada acara puncak juga digelar hiburan yang diakhiri tabur bunga ke laut. Sebab budaya larung sesaji (buang kepala sapi-red) ke laut sudah tidak diperbolehkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan Bojongsalawe, Kusin (55) menyebutkan, syukuran¬† nelayan atau hajat laut dilaksanakan setiap bulan muharram yang merupakan budaya adat leluhur. “Bentuk syukuran dengan mengadakan doa bersama, hiburan, santunan kepada anak yatim, sunatan masal, sumbangan ke masjid-masjid juga lainnya,”singkatnya. (dry)