DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Pemerintah Daerah terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak Hotel dan Restoran. Terutama kesadaran pajak dari sektor Hotel khususnya masih terbilang sangat minim.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyebutkan penerimaan PAD dari sektor pajak hingga bulan Juni 2019 ini masih mencapai 21 persen dari target Rp 17 Miliar.
“Saat ini kami sedang melakukan evaluasi mengenai penarikan pajak hotel dan restoran, karena ketaatan untuk membayar pajak masih belum bagus, kita juga akan membuat langkah-langkah lain,” ujarnya kepada dejabar.id. Rabu (03/07/2019).
Menurut Jeje, bahwa pajak tersebut bisa dibilang hanya titipan dari tamu yang datang ke Pangandaran, dan seharusnya pihak hotel serta restoran bisa taat untuk membayarkanya.
“Tamu-tamu yang menginap di hotel dan makan di restoran itu kan semuanya bayar pajak juga,” sebut Jeje.
Capaian target dari pajak hotel, lanjut Jeje, memang mengalami stagnan dari mulai dari Februari hingga April 2019 dikarenakan kunjungan wisatawan yang menurun.
“Kalau untuk pajak restoran saat ini sudah mencapai 40 persen,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Khusus Insentifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Hotel dan Restoran, Untung Saeful Rachman menambahkan, para wajib pajak terkesan kurang maksimal dalam melaporkan pendapatan mereka.
“Maka dari hasil evaluasi, untuk menangani masalah pajak tersebut akan ditangani oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemda,” tambahnya.
Nantinya, lanjut Untung, akan dibuat sebuah tim pemeriksaan pajak hotel dan restoran yang terdiri dari APH dan Pemkab. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah kita.
“Kami juga berencana untuk membuat sebuah sistem aplikasi yang dibuat khusus untuk menarik pajak hotel dan restoran. Agar bisa mencari informasi data transaksi berbasis IT dan semua hotel wajib menggunakanya,” ungkapnya.
Untung mengucapkan, bahwa pihak Pemkab Pangandaran sebelumnya pernah menggunakan sistem Taping Box untuk merekam data transaksi di empat hotel berbeda, namun kerja sistem tersebut kurang maksimal.
“Karena aplikasinya milik hotel bekerjasama dengan konsultan, jadi sistem tersebut kurang maksimal,” tandasnya. (dry)
Leave a Reply