Dinilai Menghina Polwan, Oknum LSM di Majalengka Berujung ‘Dibui’

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Majalengka – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka, mengamankan terhadap salah seorang oknum LSM yang dianggap telah menghina salah satu anggota Polisi Wanita (Polwan) Polres Majalengka.

Polwan dengan sebutan ‘Ibu jangan mau jadi pelacur yang dibanyar sebesar Rp50 ribu’ itu, diduga dilontarkan oleh berinisial AS alias Afred (46) warga Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, didampingi Wakapolres, Kompol Hidayatullah dan Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin menjelaskan, kronologi tersebut bermula, pada Rabu (21/9/2019) sekira pukul 10.30 WIB.

Saat itu, masa dari LSM tengah melakukan unjuk rasa di depan pintu Hotel Fitra yang berada di Jalan KH. Abdul Halim Majalengka dengan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian Polres Majalengka.

AS yang saat itu tengah berorasi, kata kapolres, tiba-tiba ia mengatakan ‘Ibu jangan mau jadi pelacur yang dibanyar sebesar Rp50 ribu’, sambil menunjuk memakai jari telunjuk tangan kanannya kearah petugas Polwan yang sedang bertugas menjadi negosiator.

“Saat itu, personil Polwan yang sedang bertugas ada 10 orang. Tetapi pelaku lebih jelasnya menunjuk kepada salah seorang petugas Polwan bernama Yunita Sri Hastuti Kase,” ungkap kapolres, dalam konferensi persnya, Rabu (11/9/2019).

Sehingga, menurut kapolres, korban merasa malu dan terhina serta tidak menerima atas perkataan penghinaan yang diucapkan pelaku tersebut terhadap korban bersama petugas Polwan lainya.

“Setelah ada laporan tersebut, kita langsung melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan korban dan para saksi-saksi. Kemudian kita juga meminta keterangan dari ahli bahasa dan ahli pidana,” ujarnya.

Sementara berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, lanjut kapolres, bahwa AS terbukti telah melakukan tindak pidana penghinaan dan akan dijerat dengan pasal 316 KUHP Subs pasal 311 KUHPidana.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolres Majalengka dan terancam hukuman maksimal 5,4 tahun penjara,” tegasnya. (jja)

Related posts

Leave a Comment