Kasihan! Warga Pangandaran Tertipu Belanja Online di Facebook


DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Belanja melalui aplikasi online yang kerap terpangpang di akun Facebook memang lebih praktis. Pasalnya, pembeli cukup transfer sejumlah uang sesuai dengan harga barang yang akan dibelinya kemudian barang yang sudah dibeli melalui online itu akan dikirim lewat jasa pengiriman barang. Namun, tidak sedikit yang menjadi korban penipuan belanja melalui aplikasi online. Seperti yang dialami oleh Ai Nurdelis (32) warga Dusun Karangsalam RT 02/01 Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Saat mendatangi kantor Mapolsek Pangandaran untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Ai mengaku telah menjadi korban penipuan belanja pakaian melalui aplikasi online dan mengalami kerugian sejumlah uang. Kejadiannya berawal saat saya ingin membeli pakaian melalui jasa online yang di dapat dari salah satu akun Facebook bernama Putri.
“Setelah cocok dengan barang yang dimaksud, pelaku menyuruh saya melakukan pembayaran dengan cara transfer sejumlah uang sesuai harga pakaian yang dibelinya melalui nomor rekening yang telah diberikan melalui obrolan whatsapp yang tertera di akun facebook pelaku,” ujarnya kepada dejabar.id saat ditemui di Mapolsek Pangandaran, Kamis (09/05/2019).
Ai mengatakan, harga pakaian yang dibelinya melalui aplikasi online itu seharga Rp2 juta berikut ongkos kirim dan uang tersebut saya transfer melalui ATM tadi malam.
“Untuk memastikan transaksi yang dilakukan pada malam hari, saya mencoba mengecek kembali percakapan dengan pelaku di media sosial whatsapp. Namun, saya dibuat kaget karena obrolan di whatsapp sudah menghilang serta sudah di blokir. Ketika saya telepon pun nomornya sudah tidak aktiplagi,” paparnya dengan nada lesu.
Setelah sadar bahwa dirinya menjadi korban penipuan, Ai berinisiatif untuk mendatangi bank yang di maksud untuk memblokir nomor rekeningnya sambil menunjukan print out bukti transferan yang dituju lengkap dengan nama pemilik rekeningnya.
“Kemudian saya pun langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Memang uangnya kecil sih, tapi kalau tidak ditindaklanjuti saya khawatir korban akan terus bertambah,”cetusnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi SH.MM mengaku bahwa pihaknya sudah banyak menerima laporan dari warga tentang penipuan berbelanja melalui aplikasi online.
“Kami (polsek – red) sudah banyak menerima laporan dari warga yang menjadi korban penipuan seperti itu. Bahkan banyak juga korban belanja online yang tidak melaporkan kepada kami,” sebutnya.
Kasus tersebut, kata Suyadhi, memang sulit untuk diungkap, pasalnya selain akun facebook tidak jelas juga keberadaan pelaku yang kerap berpindah -pindah.
“Namun kami pun tetap akan mengungkap kasus tersebut dengan cara bekerjasama dengan pihak perbankkan,”tegas Suyadhi.
Menurut Suyadhi, pihaknya mengimbau kepada warga masyarakat Pangandaran agar tidak mudah terpengaruh atau melakukan belanja online yang tidak resmi.
“Bahkan imbauan tersebut sering saya sampaikan ke masyarakat luas Pangandaran melalui siaran radio,” tandasnya.(dry)